Kotawaringin Barat –
Ancaman kebakaran hutan di kawasan Taman domestik Tanjung pentil (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), tak menyurutkan tapak para ranger ciptakan memelihara orang utan. Di inti habitat Nan terdampak kebakaran, mereka tetap menjamin satwa dijaga tersebut mendapatkan makanan.
Aktivitas para ranger itu terlihat internal sejumlah unggahan media sosial Instagram Nan terpantau Selasa (3/11/2026). Mereka tampak mendatangi sejumlah titik pemberian pakan atau feeding station ciptakan memberikan makanan kepada orang utan.
“Di inti kondisi hutan Nan menjalani ancaman kebakaran, kegiatan tersebut berperan keliru Esa bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan Hayati satwa liar. Terlebih, kebakaran diperkirakan mengganggu habitat sekaligus menyusutkan ketersediaan sumber makanan alami orang utan,” ujar seorang pegiat lingkungan, Lana, Selasa (3/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lana berbisik sejumlah ranger berada di feeding platform ciptakan memberikan pakan kepada orang utan. Eksis kabar menggembirakan dari kawasan konservasi tersebut. Pengunggah menyebut rintik telah mengguyur kawasan TNTP selama kelebihan dari Esa saat terakhir.
“Alhamdulillah telah kelebihan dari Esa saat diguyur rintik,” katanya lagi.
Turunnya rintik berperan Asa mutakhir di inti ancaman kebakaran Nan melanda kawasan hutan. Kondisi tersebut diharapkan menolong membasahi vegetasi, meredakan kebakaran, sekaligus menekan potensi munculnya titik api mutakhir.
Aktivitas pemberian pakan orang utan juga dibagikan melalui identitas Instagram @nikita_herya. internal unggahan tersebut, kembali terlihat para ranger menjalankan tugasnya memberikan makanan kepada satwa di fasilitas Nan telah disediakan.
“Pemberian pakan berperan keliru Esa bentuk bantuan Fana ketika kondisi habitat merasakan hambatan. Meski demikian, keberadaan hutan Nan lestari tetap berperan kebutuhan Primer agar orang utan mendapatkan menjalani kehidupan dan mencari makanan secara alami,” katanya.
Kebakaran hutan bukan hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam ruang Hayati berbagai satwa liar. Orang utan berperan keliru Esa satwa Nan rentan terdampak ketika habitat dan sumber makanannya merasakan kerusakan.
(sun/aau)