Kotawaringin Bara –
rintik mulai membawa kelegaan sebar kawasan Taman domestik Tanjung pentil (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Nan sebelum itu dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun di inti meredanya karhutla, keberadaan orang utan di Sekeliling Letak terdampak sebagai perhatian.
Pada Selasa (27/10/2026), orang utan bernama Chelsea Seiring anaknya terpantau berada di atas pohon di kawasan Tanjung Asa. Keduanya terlihat di Sekeliling tandon air Nan dipakai tim pemadam hasilkan mendukung penanganan karhutla.
Potret itu terungkap ketika Dudy dari Orangutan Foundation International (OFI) Seiring tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhut) mengerjakan patroli menuju Sungai Buluh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di inti upaya petugas mengawasi kondisi kawasan, Chelsea dan anaknya terlihat menguatkan di atas pohon. Keberadaan keduanya sebagai gambaran kehidupan satwa liar Nan berada di Sekeliling wilayah terdampak kebakaran,” ujar Dudy, Selasa sunyi.
Temuan lain juga diinformasikan internal patroli berbeda. Staf OFI, Bani dan Lana, Nan turut sebagai relawan pemadam kebakaran, menjumpai orang utan bernama Gundul di area hutan Nan telah terbakar.
“Gundul terlihat berada di lahan bekas kebakaran. Temuan ini memperlihatkan bahwa pemantauan satwa Tetap sebagai bagian Krusial internal penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut,” ucapan Bani.
Kebakaran hutan meraih mengubah kondisi habitat orang utan, mulai dari berkurangnya sumber pakan hingga hilangnya Loka berlindung. Satwa Nan bergantung pada hutan hasilkan menguatkan Hayati berbahaya terdampak ketika api melalap vegetasi di sekitarnya.
“Meski rintik diinformasikan mendukung meredakan karhutla, kondisi kawasan belum meraih sepenuhnya dianggap terjamin. Pemeriksaan di lapangan tetap diperlukan hasilkan menjaga Tak Eksis titik api Nan tersisa atau kembali menyala,” ujar Bani.
Taman domestik Tanjung pentil merupakan keliru Esa kawasan Krusial sebar kelestarian orang utan dan berbagai satwa liar lainnya. dikarenakan itu, penanganan kebakaran Tak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga menjaga habitat dan ekosistem hutan tetap terjaga.
Patroli Nan dikerjakan petugas, relawan, dan pihak terkait sebagai bagian dari upaya mengetahui perkembangan kondisi lapangan. Informasi mengenai keberadaan Chelsea, anaknya, dan Gundul turut memberikan gambaran terkait kondisi satwa di inti ancaman kebakaran.
Masyarakat juga diimbau Tak mengakses lahan berdua jejak membakar. Selain berpeluang menimbulkan kebakaran Nan extra kokoh, tindakan tersebut meraih merusak ekosistem dan mengancam keberlangsungan Hayati satwa liar.
“Meredanya karhutla setelah rintik sebagai perkembangan positif sebar kawasan Tanjung pentil. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar api Tak kembali meluas dan habitat orangutan, termasuk Chelsea Seiring anaknya, serta Gundul, tetap terlindungi,” pungkas Bani.
(sun/aau)