Tim relawan gabungan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan HPI Kobar ketika mengemukakan surat ada hasilkan rezim di inti hutan terbakar Taman domestik Tanjung pentil, Pekan (11/10/2026).
(Foto: Instagram @moncos_thepuntal_puntal / @yohk.borneo.indonesia)
Kumai, BARITOPOST.CO.ID – Tim relawan gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat memutuskan pas baik diri dari pemadaman di lapangan Taman domestik Tanjung pentil (TNTP).
Mereka mendesak rezim segera mengerahkan water bombing hasilkan memadamkan api Nan telah mengancam habitat orangutan.
Keputusan itu disampaikan langsung perwakilan YOHK-HPI Kobar, Moncos, melalui video Nan diunggah di identitas Instagram @yohk.borneo.indonesia pada Pekan (11/10/2026).
Video tersebut kemudian viral di media sosial.
“hasilkan ketika ini Saya pas baik diri masa lalu, dikarenakan kalau dilanjutkan percuma, Tak Eksis perubahan Nan penting,” ucapan Moncos bagian dalam video tersebut.
Moncos menegaskan timnya telah bekerja maksimal Tiba batas kemampuan.
Namun pemadaman manual di darat telah Tak Bisa menjangkau titik api di Area inti TNTP.
“Kami minta Hanya water bombing hasilkan menolong memadamkan api Nan berada di Area inti.
Kami telah Berjuang semaksimal mungkin Tiba di batas kemampuan kami. Makanya kami memohon rezim segera mendatangkan water bombing,” ujarnya.
Menurut Moncos, lebar kawasan terdampak diperkirakan meraih Sekeliling 54 ribu hektare. Namun Nomor itu Tetap perkiraan Fana dan belum mendapatkan ditegaskan sebagai lebar lahan terbakar.
“Informasi Saya susut extra 54 ribu hektare, mendapatkan susut dan mendapatkan extra, dikarenakan itu Hanya perkiraan saja,” terangnya.
Seperti teridentifikasi, kebakaran di TN Tanjung pentil – Griya sebar ratusan orangutan – telah terjadi extra dari Esa masa dan belum menunjukkan penurunan penting meski relawan berjibaku di lapangan.
Sumber Video: Instagram @yohk.borneo.indonesia
Penulis/Editor: Mercurius
Follow Google News Barito tulisan