Lamongan, Pojokkiri.com-Musibah semilir pentil beliung menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, pada Jumat, 30 Oktober 2026 Sekeliling pukul 14.20 WIB. Peristiwa alam tersebut berujung kerusakan pada bangunan Penyimpanan penggilingan padi, sejumlah Griya Penduduk, serta extra dari Esa warung nyemil di tiga desa berbeda.
Berdasarkan informasi Nan didapatkan Wartawan POJOKKIRI dari Polsek Karanggeneng, musibah ini kali pertama teridentifikasi setelah Penduduk memberikan informasi mengenai terjangan semilir kencang di Desa Kawistolegi, Desa Sonoadi, dan Desa Sungelebak. Di Desa Kawistolegi, tepatnya di Dusun Kawisto, semilir pentil beliung merusak bagian Asbes Penyimpanan penggilingan padi milik H. Karnoto Nan ketika itu disewa oleh PT. service Mora Sejahtera (JMS). Residu terjangan Asbes Penyimpanan tersebut juga diinformasikan menimpa tiga Griya Penduduk di Sekeliling Letak.
Identitas Penduduk Nan rumahnya merasakan kerusakan di Desa Kawistolegi meliputi Narto Widodo, S.Ag., Sadam Damiri, dan Ahmad Rozikin. Peristiwa serupa juga merusak bangunan Upaya milik Penduduk di desa lainnya. Di Desa Sonoadi, semilir kencang meluluhlantakkan Asbes Warung nyemil Mbak hasil milik Fathan, Fana di Desa Sungelebak, kerusakan serupa menimpa Warung nyemil Barokah Nasi Kuthuk milik Zuhdi.
Mendapati laporan tersebut, Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H. Seiring jajaran Personil kepolisian langsung Beralih Sigap mendatangi Loka peristiwa Perkara Seiring unsur Lembaga Koordinasi Ketua Kecamatan (Forkopimcam). Jajaran Koramil 0812/15 Karanggeneng Nan dipimpin oleh Danramil Kapten Cke Sunarko serta Camat Karanggeneng Rahmad Hidayat, S.H., M.M., turut terjun langsung meninjau Letak Seiring Satpol PP dan perangkat kecamatan.
Petugas kepolisian Seiring aparat gabungan langsung mengerjakan tindakan taktis mulai dari mendapatkan laporan, mendatangi Letak peristiwa, mencatat identitas para korban dan saksi, hingga berkoordinasi langsung berdua pihak PT. JMS selaku penyewa Penyimpanan serta para pemilik Griya dan warung Nan terdampak.
dikarenakan peristiwa ini, para korban merasakan kerugian materil Nan pas bervariasi. Kerugian terbesar tercatat dialami oleh Narto Widodo Nan meraih Sekeliling Rp20.000.000, disusul oleh Fathan berdua taksiran kerugian Sekeliling Rp15.000.000 pada bangunan warungnya, serta Zuhdi Nan merasakan kerugian Sekeliling Rp10.000.000 dikarenakan kerusakan warung nasi kuthuk miliknya. Fana itu, korban Sadam Damiri merasakan kerugian Sekeliling Rp5.000.000 dan Ahmad Rozikin menderita kerugian Sekeliling Rp2.000.000.
Hingga ketika ini, situasi di Letak peristiwa diinformasikan terlindungi dan terkendali, berdua aparat kepolisian Seiring unsur muspika berikut mengawasi situasi serta mendata tapak penanganan lanjutan distribusi para Penduduk Nan terdampak Musibah.(lut)
Editor: Zainul Lutfi