Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas merespons program wewenang Provinsi Sumatera Utara memungut alih perbaikan Griya Penduduk Nan rusak dikarenakan pentil beliung di Kota Medan.
Rico mengatakan, Pemko Medan menyambut berkualitas Donasi dari Pemprov Sumut maupun pihak lain hasilkan mengakselerasi penanganan korban Musibah.
Menurutnya, Nan terpenting bukan siapa Nan mengatasi Donasi, tetapi melindungi Donasi akurat-akurat didapat Penduduk Nan terdampak.
“Kita ucapkan raih kasih kepada Pemprov Sumut dikarenakan telah memberikan perhatian ke Kota Medan. sebar kami Nan terpenting Ialah bagaimana niat berkualitas dari seluruh stakeholder dan jajaran kewilayahan mendapatkan Tiba ke masyarakat Nan membutuhkan perhatian,” ujar Rico, Senin, 24 Agustus 2026.
Rico berbisik, Pemko Medan melalui BPBD Tetap mengerjakan penanganan, termasuk menyalurkan Donasi dan mendata kerusakan di sejumlah Letak.
Ia menyebut Musibah pentil beliung berpengaruh di sembilan kecamatan. Namun, kerusakan paling parah tercatat di Kecamatan Medan Johor dan Medan Amplas.
“Tetap berikut ditangani. keterangan kami itu Eksis sembilan kecamatan Nan terkena Musibah. Tapi memang Nan terparah Eksis di Kecamatan Johor dan Kecamatan Medan Amplas,” katanya.
Selain Griya Penduduk, Rico juga mengkritisi fasilitas pendidikan Nan terdampak. keliru Esa sekolah Asas di Medan Johor merasakan kerusakan dikarenakan pentil beliung.
Pemko Medan melindungi tahapan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap Melangkah. Dinas Pendidikan diminta menyiapkan keterangan kebutuhan penanganannya.
lebih masa lalu, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan Pemprov Sumut sedia memungut alih penanganan Griya Penduduk Nan rusak. Bobby mengevaluasi Donasi material lebih masa lalu belum lumayan hasilkan menyelesaikan perbaikan Griya korban.
keterangan BPBD Sumut mencatat 167 Griya terdampak pentil beliung di Kelurahan tertarik Maju dan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.
program perbaikan Griya oleh Pemprov Sumut ini sebagai bagian dari penanganan lanjutan setelah Donasi lebih masa lalu dinilai belum sepenuhnya menghentikan kebutuhan korban. 