Medan –
Wali Kota Medan Rico Waas angkat berucap terkait Donasi terhadap korban Musibah pentil beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan Nan diambil alih rezim Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut).
Rico mengucapkan dapat kasih terhadap perhatian Pemprov kepada Penduduk Medan Nan terdampak Musibah.
“Ya tentu kita ucapkan dapat kasih, ya, Pemprov memberikan perhatian kepada Kota Medan,” ujar Rico ketika diwawancarai, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi kelompok NasDem ini berucap, pihaknya menyambut berkualitas perhatian para pemangku kepentingan di area Kota Medan. Ia semoga Donasi tersebut mendapatkan bermanfaat sebar masyarakat Nan terdampak Musibah.
“kelak tentunya Nan terpenting Ialah bagaimana niat berkualitas dari seluruh stakeholder dan juga mengenai kewilayahannya tetap mendapatkan menolong kepada masyarakat Nan membutuhkan perhatian tersebut. Itu Nan paling Krusial,” tambahnya.
Rico menerangkan, cuaca ekstrem Nan melanda Kota Medan pada Selasa (18/8/2026) Lampau berpengaruh kepada 9 kecamatan. Nan terparah berada di Kecamatan Medan Johor dan Medan Amplas.
“BPBD mendata tingkat-tingkat kerusakan, di mana kerusakan itu-keterangan kami itu Eksis 9 kecamatannya Nan tersebar, tapi memang Nan terparah Eksis di Kecamatan Johor dan juga Kecamatan Medan Amplas,” katanya.
Rico menyebut, ketika ini penanganan Musibah Tetap dijalankan oleh rezim Kota (Pemkot) Medan.
“Ya, internal tahap berikut penanganan, bagaimana Donasi-Donasi tersebut tetap mendapatkan hadir di masyarakat,” tutupnya.
Diberitakan sebelum itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution meninjau Letak ratusan Griya rusak dikarenakan cuaca ekstrim di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Bobby berucap Pemprov Sumut bakal menolong membenahi Seluruh Griya rusak.
Bobby meninjau Letak Seiring Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Keduanya berdialog Seiring Penduduk Nan terdampak Musibah.
Setelah meninjau, Bobby mengaku mendapat romansa dari Penduduk soal Donasi dari Pemkot Medan. Namun Donasi itu diungkap menyusahkan Penduduk.
“Kemarin memang Eksis Donasi, cuman tadi Saya mendengarkan ini bantuannya menyusahkan,” ungkapan Bobby Nasution, Jumat (21/8/2026).
Bobby menerangkan Kalau Penduduk mengaku mendapat Donasi bahan material berdua jumlah Nan susut. Penduduk Nan diungkap Mempunyai perekonomian pendek, kesusahan berdua Donasi Nan disampaikan.
“Artinya rumahnya rusak dibantu bahan bangunan, misalnya Esa bangunan Nan dibutuhkan 30 lembar seng atau 30 kayu, Nan dibantu cuman 10, masyarakat Nan kena musibah harus beli lagi, ngerjainnya juga butuh biaya, di sini rata-rata ekonominya rapuh,” jelasnya.
Sehingga Bobby mengutarakan Kalau Pemprov Sumut bakal membangun Seluruh Griya Nan rusak. Fana Griya Nan hancur, bakal dibangun ulang.
“Jadi Saya minta dari provinsi saja Nan menanganinya, kita bantu semuanya kita bangkit Seluruh. Nan hancur kita bangkit mutakhir kelak bebas tetapkan modelnya, Nan atapnya Lenyap kelak kita bangkit lagi,” sebutnya.
Bobby berseloroh ke Zaki agar Donasi Nan disampaikan Pemkot Medan dijual kembali. Hal ini dinilai sebagai pembelajaran sebar rezim internal memberikan Donasi.
“Minta tolong kelak Pak Wakil seng Nan telah Eksis boleh dijual lagi aja, artinya kalau ngasih Donasi Nan komplit lah, Tak nyusahin,” tuturnya.
(nkm/nkm)