MEDAN, KOMPAS.com — Rosida (49) menatap nanar warungnya Nan hancur parah dikarenakan hembusan pentil beliung.
Steling, tembok, seng, perkakas olah, hingga kayu Asbes rusak jumlah.
Kepada Kompas.com, Rosida menceritakan kesaksiannya ketika hembusan pentil beliung tampak menghantam Griya-Griya Penduduk di Kelurahan Titi Kuning dan Sukamaju.
Bahkan, ia sendirian nyaris tertimpa tiang listrik Nan Anjlok menimpa warungnya.
“Kejadiannya habis maghrib, Sekeliling pukul 19.30 WIB. Setelah shalat, Saya kembali ke warung ini, memang ketika itu rintik. Namun, hujannya Tetap terbatas saja. pelan-kelamaan hembusan tampak dan sangat kencang,” ungkapan Rosida, Rabu (19/8/2026).
Ia berteriak minta tolong kepada Penduduk Sekeliling.
Namun, Baju seperti Rosida, Penduduk Nan lain juga sibuk menyelamatkan diri.
lafal juga: pentil Beliung Terjang Medan Johor, 120 Griya Rusak hingga Eksis Nan Hancur jumlah
“Anginnya ini Tak seperti hembusan Baju. Ini anginnya kayak pentil beliung. Tak pelan, trafo meledak di tidak berjarak sini. Trafo itu meninggalkan api. Barulah Wafat lampu,” lanjutnya.
Berlindung di Bawah Meja
ketika itu dirinya sangat panik tak tahu harus bersembunyi di mana. Seng-seng Penduduk telah pada beterbangan.
Hingga ujungnya, Rosida memutuskan ciptakan berlindung di bawah meja kayu.
Ia mutakhir menyadari bahwa keputusan itu Ialah Nan paling Pas.
“Saya langsung merunduk di situ, di bawah meja dan kursi. Saya bersembunyi Baju pembeli Nan mutakhir tampak. Barulah material di kedai Saya ini terbang Seluruh. Begitu juga kontainer boks di Ambang,” ungkapnya.
Rosida spontan menjerit ketika tiang listrik di samping warungnya tumbang dan menimpa warungnya.
Rosida makin kalut dikarenakan tembok warung ikut ambruk.
“Nyaris saja tiang listrik itu menimpa Saya. Alhamdulillah Tak tertimpa dikarenakan berlindung di bawah meja dan kursi itu,” tuturnya sendu.
lafal juga: rintik Badai Terjang Medan, Seng Beterbangan hingga Pohon Tumbang