MEDAN, KOMPAS.com — Ratusan siswa di dua sekolah Asas (SD) di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, terpaksa belajar secara daring setelah sekolah mereka rusak parah diterjang hembusan pentil beliung.
hembusan pentil beliung menerjang Medan Johor pada Selasa (18/8/2026) gelap. Selain Griya Penduduk, sejumlah fasilitas Biasa, termasuk sekolah, turut terdampak.
Guru SD Negeri 067774, Parwis, mengajak Kompas.com menyaksikan kondisi bangunan sekolah pada Rabu (19/8/2026). Sejumlah ruangan telah dibersihkan dari material reruntuhan plafon.
“gua mengetahui sekolah kami rusak Pas setelah peristiwa hembusan pentil beliung. dikarenakan gua kebetulan tinggal di sini menempati tidak presisi Esa unit Griya dinas. Begitu peristiwa berakhir, gua langsung tahu,” ungkapan Parwis.
lafal juga: 150 Griya di Medan Johor Rusak Diterjang pentil Beliung, 1 Penduduk Terluka
ketika itu, Parwis hanya menyaksikan seng di ruang Kepala Sekolah terlepas. Ia belum mendapatkan memeriksa kondisi ruang kelas dikarenakan sandi Tetap diangkut petugas kebersihan.
“Mulanya Nan kami ketahui kerusakannya mutakhir ruangan kepala sekolah, ruangan kantor, serta pohon tumbang di area SD 75 dan 74 bagian belakang. Eksis dua Griya dinas juga kondisinya pas parah,” lanjutnya.
Pada Rabu Sekeliling pukul 06.30 WIB, petugas kebersihan tiba dan Parwis mulai mengakses Esa per Esa ruang kelas.
Ia terkaget menyaksikan sejumlah plafon ruang kelas ambruk. Asbes seng juga terangkat dikarenakan diterjang hembusan.
“Asbes sengnya terangkat. Kemudian, air merembes pas deras membasahi lantai, plafon atau asbesnya juga berjatuhan,” rinci Parwis.
lafal juga: irama-irama pentil Beliung Terjang Medan Johor, Penduduk Lihat Asbes Griya Beterbangan
Parwis kemudian berkoordinasi berbarengan guru lain dan kepala sekolah. Ketika para siswa tiba, mereka Seiring-Baju membersihkan ruangan Nan terdampak.
“Kondisinya sangat parah tadi pagi. Semuanya berserakan, penuh debu, dan bendera-bendera kami berjatuhan. Begitu anak-anak memasuki, kami arahkan mereka hasilkan menolong mengepel, menyapu, dan membuang reruntuhan asbes ke belakang,” ceritanya.
Belajar Daring dan server Tiga Shift
Parwis berucap, terdapat tiga ruang kelas Nan merasakan kerusakan parah. Kondisi tersebut Membikin kegiatan belajar mengajar Tak mendapatkan terjadi seperti Normal.
“Iya, Spesifik masa ini daring. Besok anak-anak mutakhir memasuki kembali berbarengan server jam pelajaran Nan didorong dikarenakan ruang kelasnya terbatas,” ujarnya.
hasilkan Griya dinas sekolah Nan terdampak, perbaikan telah dikerjakan oleh masing-masing penghuni.
Fana itu, pihak sekolah mulai menata kembali server pembelajaran agar kegiatan belajar tetap Melangkah meski sejumlah ruang kelas Tak mendapatkan digunakan.
“Solusi Fana dari Dinas Pendidikan Ialah dibuat server tiga giliran (shift). Ruangan Nan rusak Tak dipakai masa lalu, Fana ruangan Nan terlindungi dipakai, dan jam pulangnya didorong,” singkap Parwis.
hembusan Sangat Kencang
Parwis berucap, dirinya menyaksikan langsung kencangnya hembusan pentil beliung Nan menerjang Kecamatan Medan Johor.
“bagian luar Normal kencang anginnya, Komplit berbarengan Bunyi guntur Nan menderu. Syukurlah Tak Eksis korban jiwa, itu rezeki kami. Anginnya seolah hanya lewat di Esa jalur saja. Apa pun Nan dilewatinya disapu Higienis. Anginnya Akbar seperti Eksis dua pusaran Lampau menghilang sendirian,” terangnya.
Kerabat-Kerabat kita di Nusa Tenggara Timur center dirundung duka dikarenakan gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan hasilkan menolong meringankan beban Nan sedang mereka hadapi. antar Donasi Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT