MEDAN, KOMPAS.com — Nurbaiti (73) Tetap mengais-ngais material bangunan Nan berserakan di rumahnya di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Rabu (19/8/2026).
berbarengan tubuh renta Nan telah membungkuk, ia menyibak batu, kayu, seng, hingga pecahan kaca hasilkan mencari perkakas Nan Tetap meraih diselamatkan.
Sehari lebih masa lalu, Griya Nurbaiti hancur diterjang hembusan pentil beliung. Dari sejumlah Griya Penduduk Nan terdampak, Griya Nurbaiti merasakan kerusakan paling parah hingga nyaris seluruh bangunan hancur.
Nurbaiti bahkan sempat terjebak di bagian dalam Griya ketika hembusan kencang menerjang pada Selasa (18/8/2026) gelap.
“Sempat Tak meraih meninggalkan gelap itu. dikarenakan bahu nenek tertimpa kayu broti Griya Nan Anjlok, tapi Tak berdarah. Jadi nenek merangkak meninggalkan Griya menuju ke kanal Ambang,” ucapan Nurbaiti kepada Kompas.com, Rabu (19/8/2026).
“Tiba di kanal, nenek lihat lumayan melimpah seng Griya Penduduk beterbangan. Nenek sendirian di situ. Ya Allah, menganggap khawatir nenek sengnya itu kena leher atau Nan lainnya,” sambung Beliau.
lafal juga: Terjebak di Dapur Seiring Istri Nan Hamil Uzur, kisah Penduduk Medan Johor Lolos dari Musibah pentil Beliung
Merangkak meninggalkan Griya
Nurbaiti menyelamatkan diri seorang diri dikarenakan lelakinya Nan juga telah berikut usia sedang sakit.
Keduanya tinggal berdua di Griya tersebut setelah anak mereka merantau dan bekerja sebagai pekerja bangunan.
ketika peristiwa, lelakinya pada akhirnya meninggalkan dari Griya dan menyelamatkan diri. Ia kemudian diajak rezim Kota Medan ke Griya sakit setelah kepalanya terluka dikarenakan tertimpa material bangunan.
Fana Nurbaiti menentukan berteduh di Griya tetangganya.
“Nenek melangkah masuk ke Griya Bunda itu (tetangga). Di sana nenek berteduh. Nenek Tak Eksis kepikiran apa-apa, Hanya memikirkan apakah meraih selamat gitu. dikarenakan telah Tak hambat lagi terombang-ambing kena hembusan,” lanjutnya.
ketika itu, Nurbaiti belum mengetahui kondisi rumahnya. Listrik Nan padam Membikin kondisi Sekeliling redup sehingga ia Tak meraih menyaksikan kerusakan Nan terjadi.
mutakhir keesokan paginya, Nurbaiti menyaksikan rumahnya telah hancur.
“ucapan tetangga, telah Tak apa-apa, pelan-pelan nenek lihat Griya nenek. Wafat lampu, Tak nampak lagi, mutakhir tadi pagi Nenek lihat telah habis dan hancur rata,” singkap Nurbaiti.
Tak Memikirkan Harta
Air mata Nurbaiti tak terbendung ketika menceritakan musibah Nan dialaminya. Namun, ia mengaku bersyukur Tetap diberi keselamatan.