Medan, CNN Indonesia —
Cuaca ekstrem melanda sejumlah area di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8) sunyi kemarin.
Setidaknya delapan kecamatan terdampak pentil beliung alias gerimis deras disertai semilir kencang. Tak Eksis korban jiwa bagian dalam insiden ini, namun ratusan Griya merasakan kerusakan.
keterangan Fana dari Pusdalops BPBD Medan area Nan terdampak meliputi Kecamatan Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Denai, Medan Amplas, Medan Barat, Medan Perjuangan, Medan Timur, dan Medan Helvetia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala tubuh Penanggulangan Musibah area (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, berbisik petugas Tetap melaksanakan pendataan di lapangan dikarenakan jumlah Griya Nan terdampak terus bertambah.
“Petugas Tetap di lapangan hasilkan mendata kerusakan Griya Nan terjadi. keterangan terakhir pukul 01.30 WIB Eksis belasan Griya Nan terdampak. Namun jumlah itu bertambah Sekeliling sepuluh kali lipat dari keterangan Nan kami dapat tadi sunyi,” ungkapan Yunita kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/8).
Menurutnya, cuaca ekstrem berupa gerimis berintensitas lebar Nan disertai semilir kencang sebagai penyebab Primer terjadinya kerusakan Griya Penduduk dan pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Medan.
“Hingga ketika ini Tak Eksis laporan korban jiwa maupun korban luka dikarenakan peristiwa tersebut,” jelasnya
BPBD Kota Medan Seiring wewenang kecamatan setempat terus melaksanakan asesmen hasilkan menjamin jumlah Griya Nan rusak serta kebutuhan mendesak Penduduk terdampak.
“Sebagai jejak penanganan Darurat, petugas telah mendirikan Esa unit tenda pengungsi dan Esa unit tenda posko di Letak terdampak,” urainya.
Menurutnya alur pendataan dan penanganan Tetap terjadi. Beliau mengajak masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem Nan Tetap berpeluang terjadi.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada dikarenakan bagian dalam kelebihan dari Esa masa ke Ambang Tetap berpeluang terjadi gerimis lebat Nan disertai semilir kencang,” paparnya.
(fnr/kid)