MEDAN, KOMPAS.com — Sebanyak 150 keluarga terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Griya mereka rusak dikarenakan dihantam hembusan pentil beliung pada Selasa (18/8/2026).
Pantauan Kompas.com, hingga Rabu (19/8/2026) sore masyarakat di 2 kelurahan Merupakan Titi Kuning dan Sukamaju tampak sibuk membenahi rumahnya kembali. Mereka mulai memasang seng hingga membersihkan material bangunan Nan lain.
“Sejak tadi gelap peristiwa rintik deras dan hembusan pentil beliung. Tadi gelap juga telah dikunjungi oleh Pak Wali Kota Medan, begitu pula tampak Donasi dari BPBD ya. kelebihan turun itu 350 bungkus makanan hasilkan Penduduk masyarakat Nan terdampak,” ungkapan Camat Medan Johor, Bachtiar Rivai Nasution, kepada Kompas.com Rabu (19/8/2026).
lafal juga: Sempat Terisolir, Begini Kondisi saat Ke-3 di Pengungsian Dampek NTT
Sejumlah tenda BPBD dan PNBP juga telah didirikan. Tenda ini nantinya mendapatkan dipakai hasilkan masyarakat Nan rumahnya hancur terkena hembusan pentil beliung.
Namun sejauh ini, hanya kecil masyarakat Nan memakainya. Mayoritas dari mereka memutuskan hasilkan tinggal di rumahnya seorang diri meskipun bagian dalam kondisi rusak.
“pas melimpah Penduduk Sekeliling ini Nan kelebihan memutuskan bertempat tinggal di rumahnya. Dan kami setiap saat imbau agar manakala Eksis Penduduk Nan disabilitas, lansia, Wanita, anak-anak, agar dialihkan ke pengungsian saja. Namun mereka kelebihan memutuskan ke Griya keluarganya,” lanjutnya.
Eksis sejumlah alasan Kenapa masyarakat memutuskan hasilkan menetap. keliru satunya diungkap Bachtiar mereka Mau merawat barang-barangnya.
lafal juga: Bayi dan Lansia di Ngada Meninggal di Pengungsian, Kondisi Kesehatan berkurang Usai Gempa
“Mereka Mau kelebihan merawat, menjaga barang-barang mereka mungkin, ya. dikarenakan memang sebagian dari Griya Penduduk itu hanya atapnya Nan rusak, ya, tapi bangunan Tetap Eksis,” rincinya.
Meskipun begitu, pihaknya dan BPBD juga telah memberikan Donasi lain berupa pemberian selimut. Dapur Biasa dari Brimob Polda Sumut juga telah tiba dan beroperasi sore ini.
“Dan Tiba ketika ini kita juga sedang menanti Donasi dari PDAM. Kita telah berkoordinasi berbarengan PDAM Tirtanadi hasilkan Donasi air bersihnya. Dan semuanya ini akan diteruskan kepada seluruh Penduduk terdampak,” ujar Bachtiar.
Seorang Penduduk bernama Radot Napitupulu (35) merupakan keliru Esa masyarakat Nan Tak memutuskan mengungsi di posko BPBD dan PNBP. Ia Berjuang mengusahakan membenahi rumahnya saja.
lafal juga: Gempa M 7,7 NTT, 50 KK di Selayar Tetap menguatkan di Pengungsian Perbukitan
“Kita Tak mengungsi. Langsung perbaiki Griya saja. Iya, ini saat Nan mendapatkan kita pasang, kita pasang ulang. Seadanya sebelumnya hasilkan Fana,” jelasnya.
Griya Radot merasakan kerusakan pas parah. Tembok dapurnya roboh begitu pula berbarengan Asbes rumahnya Nan telah terbang diangkut hembusan.
Bahkan ia menaksir kerugian dari insiden ini meraih belasan hingga puluhan juta Rupiah.
“Sekarang gua lagi Higienis-Higienis dan bantu-bantu masyarakat Nan lain. Sembari menanti katanya Eksis Donasi dari rezim,” terangnya.
Kerabat-Kerabat kita di Nusa Tenggara Timur inti dirundung duka dikarenakan gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan hasilkan menolong meringankan beban Nan sedang mereka hadapi. antar Donasi Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT