JAKARTA, AFU.ID — Kabut asap dikarenakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu penerbangan menuju Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan inti. Sejumlah wisatawan mancanegara Nan hendak menuju Taman domestik Tanjung pentil (TNTP) diinformasikan merasakan keterlambatan penerbangan dikarenakan jarak pandang terganggu asap.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kobar, Muhammad Alwan, berucap kendala Nan terpantau sejauh ini berupa keterlambatan penerbangan. Belum Eksis laporan mengenai pembatalan perjalanan wisatawan mancanegara menuju Tanjung pentil dikarenakan kabut asap. “hasilkan wisatawan mancanegara Eksis Hambatan undur. Tamu-tamu Nan Semestinya sesuai jadwal terkendala dikarenakan asap Nan makin pekat,” ujar Alwan, Selasa (11/8/2026).
rezim area mengawasi kondisi kabut asap internal dua pekan ke Ambang hasilkan menyaksikan kemungkinan dampaknya makin meluas. Kalau konsentrasi asap bertambah, kendala terhadap penerbangan dan perjalanan wisatawan dikhawatirkan ikut bertambah. kendala tersebut berperan perhatian dikarenakan periode Juni hingga permulaan Oktober Baju merupakan Masa penuh kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjung pentil.
Wisatawan Nan tiba berasal dari berbagai republik, seperti Amerika Perkumpulan, republik-republik Eropa, Amerika Latin, India, Jepang, dan China. Informasi mengenai kondisi perjalanan juga diraih Pemkab Kobar dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kabupaten Kotawaringin Barat. Alwan berucap kabut asap mendapatkan berperan persoalan serius sebar pelaku pariwisata apabila terjadi internal Masa lamban.
Selain menghambat penerbangan, kualitas udara Nan buruk diperkirakan menekan kenyamanan wisatawan selama perjalanan menuju kawasan Tanjung pentil. Pemda Kobar pun terus mengawasi kondisi karhutla agar dampaknya Tak makin melebar. Fana itu, rezim area di Kalimantan inti telah memutuskan kondisi siaga Darurat karhutla sebagai jejak melewati meningkatnya peristiwa kebakaran.
kondisi tersebut Beraksi mulai 26 Mei hingga 31 Oktober 2026 di tingkat Provinsi Kalimantan inti. Sejumlah kabupaten dan kota juga memutuskan kondisi kedaruratan masing-masing sesuai kondisi wilayahnya. Berdasarkan informasi Pos Komando Penanganan Darurat Musibah Karhutla Kalteng, sebanyak 1.114 peristiwa karhutla tercatat sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026. keseluruhan area Nan terbakar mendapatkan 2.237,73 hektare dari keseluruhan peristiwa Nan ditangani.
Di tingkat area, Kota Palangka Raya memutuskan kondisi tanggap Darurat pada 28 Juli hingga 10 Agustus 2026, lagian Kabupaten Kotawaringin Timur memberlakukannya sejak 30 Juli Tiba 26 Agustus 2026. (RAI)