Hingga cerah masa tanggal 7 Juli, badai dahsyat di seluruh Tiongkok telah menewaskan 15 orang, melukai ratusan lainnya, dan memaksa puluhan ribu orang hasilkan mengungsi.
Menurut Kantor Warta Xinhua , badai guntur hebat berbarengan semilir kencang setara badai di provinsi Hubei telah menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 331 orang. pas berlimpah wilayah lain juga merasakan tornado pada gelap tanggal 6 Juli.
ketika ini, Esa orang Tetap dinyatakan Lenyap, 4.800 Griya merasakan kerusakan, dan 22 Griya runtuh sepenuhnya.
Kantor Warta Xinhua memberitakan: “Pola cuaca konvektif ekstrem ini berkembang secara seketika, ditandai berbarengan hembusan semilir kencang berbarengan intensitas menjulang internal Masa lekas.”
|
Polisi bersenjata memakai Bahtera karet hasilkan mengevakuasi Penduduk melalui wilayah Nan tergenang banjir dikarenakan rintik lebat dari Topan Maysak di Nanning, wilayah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok, pada 6 Juli 2026. Foto: Reuters. |
![]() |
|
Pemandangan kehancuran di provinsi Hubei setelah tornado langka melanda pada gelap masa tanggal 6 Juli. Foto: SCMP. |
Pakar meteorologi Wang Xiaoling berucap kepada Hubei Daily pada 7 Juli bahwa tornado Ialah fenomena langka di provinsi tersebut, berbarengan tornado terakhir Nan tercatat terwujud pada tahun 2021.
Beliau berucap bahwa tornado ini terbentuk dikarenakan efek Residu Topan Maysak Nan dikombinasikan berbarengan badai guntur Domestik dan massa udara adem dari timur Bahari, menciptakan aliran semilir vertikal Nan sangat tangguh ketika server cuaca tersebut bertabrakan.
Menurut Bunda Wang, kecepatan semilir tornado tersebut Sekeliling 40 meter per irama dan Mempunyai daya hisap Nan sangat tangguh, pas tangguh hasilkan berbarengan praktis membalikkan mobil dan menyebabkan kerusakan serius dikarenakan puing-puing Nan terbawa.
Di wilayah Otonomi Zhuang Guangxi di Tiongkok selatan, rintik lebat dan banjir parah Nan disebabkan oleh Topan Maysak telah menewaskan empat orang, menyebabkan extra dari 50.000 orang mengungsi, dan delapan orang Tetap dinyatakan Lenyap.
Pihak berwenang di Nanning, Bunda kota provinsi Guangxi, telah menaikkan tingkat respons Darurat banjir ke level tertinggi setelah rintik lebat menyebabkan Waduk jebol.
Sebuah video Nan dipublikasikan oleh China Central Television ( CCTV ) menunjukkan air keruh meluap melewati Tembok beton Waduk waduk setelah struktur tersebut jebol.
Menurut CCTV , pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada tanggal 7 Juli memerintahkan Laskar penyelamat hasilkan “mengerahkan seluruh upaya” hasilkan mengorganisir operasi tanggap Darurat.
“kuasa wilayah harus memperketat tanggung tanggapi mereka internal pencegahan, pengendalian, dan mitigasi Musibah; meninjau secara menyeluruh sungai, Waduk, waduk, dan wilayah Nan rawan menjulang terhadap Musibah geologi; menegaskan server peringatan mula, pencegahan, dan upaya penanggulangan, Sembari menjamin keselamatan jiwa dan harta Barang masyarakat,” tegasnya.
internal perkembangan lain, CCTV memberitakan bahwa tanah longsor di sebuah desa di provinsi Gansu, Tiongkok barat Bahari, pada pagi masa tanggal 7 Juli menimbun 33 orang, 17 di antaranya hasil diselamatkan.
Menurut CCTV , pihak berwenang setempat “sedang melaksanakan segala upaya” hasilkan mencari mereka Nan Tetap terjebak, “menata pemukiman kembali dan menstabilkan kehidupan orang-orang Nan terdampak, serta mencegah Musibah sekunder secara ketat.”
Para ilmuwan menegur bahwa intensitas dan frekuensi peristiwa cuaca ekstrem secara segala akan berikut bertambah seiring berbarengan pemanasan Bumi dikarenakan emisi dari penggunaan bahan bakar fosil.
Sumber: https://znews.vn/loc-xoay-lu-lut-can-quet-trung-quoc-15-nguoi-chet-post1667038.html
