Transportasi Media | Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Beralih Sigap melindungi operasional penerbangan di inti alur penanganan kecelakaan helikopter jenis Mi-17V5 milik Penerbad TNI AD. Insiden tersebut terwujud ketika helikopter menjalankan tujuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman dalam negeri Tanjung pentil, Kalimantan inti.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa hingga Kamis (5/11/2026), tim gabungan Tetap berikut mengerjakan Pengungsian korban. Jenazah korban meninggal Bumi diterbangkan ke Semarang dari Bandara Kuala Pembuang memanfaatkan pesawat CASA 212 milik TNI AD usai ditangani di RSUD Kuala Pembuang.
“Selain mendukung alur Pengungsian, kami juga melindungi kesiapan fasilitas dan pelayanan di Bandar Udara Kuala Pembuang agar penanganan peristiwa meraih Melangkah berdua baik tak memakai mengabaikan pelayanan penerbangan kepada masyarakat,” bongkar Lukman.
Guna menjamin kelancaran Pengungsian sekaligus penerbangan perintis Penduduk, pengelola bandara langsung mengerjakan rekayasa operasional. Penyesuaian dijalankan pada alur pergerakan penumpang dan tata letak parking stand pesawat agar aktivitas penanganan jenazah Melangkah tertib tak memakai mengganggu jadwal penerbangan perintis.
Kemenhub melalui Kantor kuasa Bandar Udara area VII berikut berkoordinasi erat berdua TNI AD, Basarnas, AirNav Indonesia, dan pengelola bandara. teringat helikopter Nan merasakan musibah merupakan pesawat udara bangsa, informasi mendalam mengenai Penyelidikan penyebab kecelakaan berada di bawah kewenangan instansi terkait.
Kemenhub juga mengajak masyarakat hasilkan Tak menyebarkan rumor tak terverifikasi dan memperhatikan perkembangan Formal dari pihak berwenang. (*)