ngentot mutakhir Pakar bongkar alur Terbentuknya pentil Beliung Nan ‘bersih-bersih’ Padalarang


Jakarta, CNN Indonesia —

Pakar meteorologi membongkar apa Nan sebenarnya terwujud ketika pentil beliung ‘menyapu’ ratusan Griya di Padalarang, Jawa Barat, pada Senin (26/10). Simak penjelasannya.

Deni Septiadi, peneliti meteorologi sekaligus Ketua Golongan Kerja Musibah Hidrometeorologi Ikatan Pakar Musibah Indonesia (IABI) memaparkan peristiwa pentil beliung ini kembali menunjukkan bahwa cuaca ekstrem di wilayah tropis meraih berkembang sangat Sigap, bahkan bagian dalam hitungan menit.

“pentil beliung mengajarkan bahwa daya rusak cuaca ekstrem bukan semata ditentukan oleh besarnya awan, melainkan oleh interaksi Mobilitas vertikal, geser hembusan (wind shear), dan vortisitas Nan meraih berkembang sangat Sigap pada skala Domestik,” bongkar Deni bagian dalam keterangannya, Selasa (28/10).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ciptakan menelusuri fenomena ini, para peneliti mengerjakan analisis memakai Gambaran satelit Himawari-8 dan medan hembusan ECMWF pada lapisan 925 hPa selama periode pukul 13.50-15.30 WIB. Analisis ini mencakup perkembangan cuaca sebelum hingga Sekeliling Masa peristiwa.





Deni membongkar bagian dalam radius 20 kilometer dari Padalarang, suhu kecerahan puncak awan pada pukul 13.50 WIB telah meraih Sekeliling -72 derajat Celcius. Suhu ini berkurang hingga mendekati -77 derajat Celcius pada pukul 14.50-15.10 WIB.

Kemudian, suhu kecerahan rata-rata bagian dalam radius tersebut berkurang dari Sekeliling -42 derajat Celcius berperan -62 derajat Celcius hanya bagian dalam Masa 20 menit.

Menurut Deni, perubahan suhu ini menunjukkan bertambahnya tutupan awan berpuncak sangat sejuk, awan Cumolonimbus (Cb) matang. Ia mengevaluasi suhu Nan sangat sejuk tersebut bukan temperatur di permukaan bumi, melainkan suhu kecerahan radiasi inframerah dari bagian atas awan Nan teramati satelit.

Deni memaparkan awan Cumolonimbus Nan lebar dan besat Tak langsung menghasilkan pentil beliung. Diperlukan interaksi antara ketidakstabilan atmosfer, gerakan udara vertikal dan pembentukan rotasi atau vorticity.

“Awan Cumulonimbus Nan lebar dan Akbar Tak otomatis menghasilkan pentil beliung,” bongkar Deni.

Fana itu, keterangan hembusan ECMWF memperlihatkan perbedaan arah dan kecepatan aliran antara wilayah selatan Jawa Barat dan kawasan Bandung Raya.

Pada sebagian perairan selatan, kecepatan hembusan lapisan 925 hPa meraih Sekeliling 6-10m/dt, Fana di wilayah daratan relatif extra rapuh berdua pola aliran Nan merasakan pembelokan. Pola ini menunjukkan kemungkinan adanya Area pertemuan aliran dan geser hembusan atau wind shear.

Kalau kondisi tersebut disertai konvergensi massa udara, udara perasaan kehangatan dan lembap meraih terdorong melonjak ke atmosfer. Udara Nan melonjak kemudian merasakan kondensasi dan menanggalkan perasaan kehangatan laten, sehingga meraih mendukung penguatan arus melonjak atau updraft.

bagian dalam kondisi tertentu, pusaran Mini Nan terbentuk di sepanjang batas pertemuan aliran udara meraih merasakan peregangan oleh arus melonjak Nan kokoh. alur bernama vortex stretching ini meraih menaikkan rotasi pusarn dan berperan tidak akurat Esa mekanisme pembentukan pentil beliung, termasuk jenis tornado non-supercell.

Selain itu, aliran udara sejuk Nan menyebar meninggalkan dari badai atau gust front meraih menyebabkan pusaran Domestik ketika berhubungan berdua udara di sekitarnya. Topografi Bandung Raya Nan kompleks juga berpeluang memodifikasi dinamika atmosfer tersebut.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *