PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Nyaris tiga rembulan terakhir, 495 jiwa Penduduk Desa Teluk Pulai, Kecamatan Kumai, terisolir dikarenakan kebakaran Nan terwujud di hutan Taman domestik Tanjung pentil (TNTP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pasalnya, selama ini Penduduk ciptakan meraih ke Bunda Kota Kecamatan Kumai melalui jalur Bahari.
Kepala Desa Teluk Pulai, Herliyus Cristian, mengutarakan bahwa Desa Teluk Pulai merupakan desa penyangga TNTP. ciptakan meraih ke Kota Kecamatan Kumai Nan Baju jarak tempuh hanya 1 jam memakai speedboat, sejak munculnya kabut asap meraih 2 saat.
“Kami ini Tak meraih berbuat apa-apa sejak peristiwa kebakaran di Taman domestik Tanjung pentil Nan menyebabkan kabut asap. Kami ciptakan Tiba ke Kumai meraih 2 saat mutakhir Tiba, Baju hanya 1 jam, selain kabut asap, juga kondisi gelombang Bahari turun bersahabat,” ujar Herliyus Cristian, Pekan (18/10/2026).
Padahal, lanjutnya, Kalau rezim atau pengelola TNTP memberikan persetujuan usulan terbukanya lorong penghubung Desa Teluk Pulai ke Desa Sekonyer Nan hanya berjarak 5 km, maka Penduduk Desa Teluk Pulai tetap meraih mengerjakan aktivitas melalui lorong darat
Herliyus mengutarakan juga, ketika ini Tim gabungan Nan terdiri dari Masyarakat Acuh Api (MPA) Desa Teluk Pulai, KTPA PT. ASMR (BGA grup) dan Polsek Kumai, hingga gelap ini Tetap mengerjakan pemadaman api di kawasan hutan TNTP Nan Eksis di areal Sungai Buluh Mini.
“Kami Berikhtiar keras agar api Tak merembet ke desa kami, makanya dari MPA desa Teluk Pulai sebanyak 60 personel dan dari 5 orang dari Polsek Kukai mengerjakan pemadaman di area sungai buluh Mini, dikarenakan kebakaran telah mendekati sungai dan Letak titik api ke desa kami berjarak 4 km saja,” ujar Herliyus.
Herliyus menerangkan, kawasan hutan TNTP Nan terbakar ketika ini Ialah kawasan Sungai Buluh Akbar dan Sungai Buluh Mini. Fana ciptakan penanganan kebakaran di sungai buluh Akbar pun bagian dalam pemadaman oleh tim relawan.
“ciptakan kawasan Sungai Buluh Akbar pas melimpah tim relawannya,” ujar Herliyus.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran hutan TNTP selain membakar kawasan Sungai Buluh Akbar, Sungai Buluh Mini, juga ketika ini tim relawan sedang memadamkan api di kawasan Sungai Sekonyer. Kawasan tersebut merupakan jalur transportasi air Primer memakai Bahtera tradisional dari Pelabuhan Kumai menuju center rehabilitasi dan konservasi orangutan di TNTP.
Selain itu, Sungai Sekonyer merupakan kawasan ekosistem rawa gambut, Nan selama ini wisatawan menyusuri kawasan hutan tropis rawa gambut berdua air khas berwarna kecokelatan hingga hitam pekat (black water) ketika mendekati anak-anak sungai Mini.
Sungai Sekonyer selama ini dijuluki The Amazon Of Asia, dikarenakan merupakan Griya distribusi berbagai Tanaman dan Hewan khas, seperti orangutan, bekantan, pohon ramin, kantong semar, nipah, hingga burung raja udang. uli/jsi-red
Views: 76