Bsinews.id, Jakarta, rintik Nan mengguyur sebagian kawasan Taman dalam negeri Tanjung pentil (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan center, belum mengakhiri kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga Selasa (20/10/2026), petugas gabungan Tetap Berikhtiar memadamkan api di Sungai Buluh, Beguruh, dan Pesalat dikarenakan rintik Tak merata.
Dilansir dari Detikcom, relawan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), Deny Priyatna, mengemukakan bahwa rintik berkurang di kawasan Beguruh pada Senin (19/10) Sekeliling pukul 14.00 WIB. rintik terjadi Sekeliling 15 menit dan mendukung menyusutkan kobaran api, tetapi sejumlah titik Tetap terbakar.
Deny menerangkan bahwa rintik hanya membasahi sebagian area taman dalam negeri sehingga dampaknya terhadap pemadaman belum merata.
“rintik 15 menitan susut kelebihan, Sekeliling pukul 14.00 WIB. Tak merata di seluruh kawasan,” ucapan Deny, Selasa (20/10/2026).
Di Beguruh, guyuran rintik mendukung memadamkan sebagian api di area Nan sedang dipelihara relawan. Namun, menurut Deny, Tetap terdapat titik api Nan belum padam sehingga monitoring dan penanganan kebakaran tetap diperlukan.
“rintik di area Nan kami jaga, area Beguruh, dan lumayan memadamkan api, tapi Tetap Eksis Nan Tetap Hayati apinya,” ujar Deny.
Situasi berbeda terjadi di Camp Pesalat. Menurut laporan kondisi lapangan, rintik Tak berkurang di kawasan tersebut sehingga petugas Tetap harus melaksanakan pemadaman hasilkan mengendalikan api.
Tim gabungan juga mengembangkan penanganan kebakaran di Sungai Buluh. Pemadaman di tiga kawasan itu dijalankan hasilkan membatasi penyebaran api di area konservasi Nan berperan habitat satwa liar, termasuk orang utan.
Selain penanganan langsung oleh petugas di darat, upaya pemadaman dijalankan melalui penjatuhan air dari udara atau water bombing di kawasan Sungai Unit. tapak tersebut berperan bagian dari penanganan kebakaran di area taman dalam negeri.
Deny mengakui adanya operasi pemadaman dari udara di Sungai Unit. Namun, ia belum mendapatkan melindungi Masa pelaksanaannya dikarenakan Letak tersebut berjarak pas terpencil dari area Loka timnya bertugas.
“Kami mendapatkan informasi, di area Sungai Unit telah terjadi water bombing, namun kami susut tahu jam berapa tadi. Soalnya terpencil jaraknya dari Letak Nan kami jaga,” ujar Deny.
Hingga Selasa (20/10/2026), pemadaman Tetap terjadi di sejumlah titik Taman dalam negeri Tanjung pentil. rintik kilat di Beguruh belum menghapuskan seluruh titik api, Fana Camp Pesalat belum mendapatkan rintik berdasarkan laporan relawan di lapangan.