SB, PANGKALAN BUN – Di center ancaman meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar), AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., memimpin langsung operasi pemadaman api di kawasan rawan Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Letak Nan memasuki bagian dalam Area konservasi Taman dalam negeri Tanjung pentil (TNTP) ini berperan prioritas Primer guna menjaga kelestarian ekosistem dan habitat satwa liar endemik.
Operasi pemadaman intensif ini dijalankan oleh tim gabungan berskala Akbar Nan terdiri dari Polres Kobar, BPBD, Manggala Agni, Golongan Masyarakat Acuh Api (MPA), relawan dan tim gabungan dari instnsi lainnya.
power pemadaman di darat sekarang makin diperkuat berbarengan tibanya 40 personel Donasi setel Operasi (BKO) Brimobda NTB Nan dipimpin oleh Danyon A Pelopor Brimobda NTB, Kompol Supriyono.
Kapolres Kobar tampak terjun langsung ke lapangan, membaur Seiring para personel di garis Ambang berbarengan meraih selang air hasilkan menjinakkan si jago merah.
Kapolres memaparkan bahwa Hambatan pemadaman di lapangan Merupakan dipengaruhi oleh medan gambut dan vegetasi hutan Nan tebel serta embusan semilir kencang Nan berubah – revisi berperan tantangan beban dikarenakan api kerap bersembunyi di bawah permukaan lahan.
“Kehadiran kami di Letak hasilkan menjamin koordinasi taktis antar-satuan Melangkah Sigap, hasil, dan tuntas. Karhutla di lahan gambut memerlukan penanganan Spesifik berupa pemadaman mendalam serta pembasahan berkala agar titik api akurat-akurat padam hingga ke Asas, dan Tak menimbulkan kebakaran anyar,” konfirmasi AKBP Joko Handono di sela-sela pemadaman.
tapak pemadaman dan pembasahan (pendinginan) terus digencarkan secara masif oleh personel gabungan dan tim BKO Brimob NTB demi melokalisasi rembetan api.
Sinergi darat ini diharapkan mendapatkan meminimalisir sebaran asap kental dan mencegah kebakaran meluas di Taman dalam negeri Tanjung pentil. (sb)