BERANDANEWS – Maros, Musibah alam hembusan pentil beliung menerjang permukiman Penduduk di Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu (19/8/2026) pagi.
Sebanyak sembilan Griya Penduduk diberitakan merasakan kerusakan dikarenakan sapuan hembusan kencang tersebut.
Camat Bantimurung, Iskandar Zulkarnain Assegaf, menerangkan bahwa fenomena cuaca ekstrem tersebut terwujud secara mendadak Sekeliling pukul 10.05 WITA dan langsung menghantam area perumahan penduduk.
Dari jumlah sembilan bangunan terdampak, tujuh unit Griya merasakan kategori rusak beban, Fana dua unit lainnya tercatat rusak tidak beban. Kerusakan mayoritas terwujud pada struktur Asbes Griya Nan terangkat dan terbawa pusaran hembusan.
”Peristiwa melangkah sangat Sigap. Sebagian Akbar kerusakan berada di bagian Asbes seng Nan terlepas. Kerugian material Fana ditaksir mendapatkan puluhan juta rupiah,” ujar Iskandar Zulkarnain Assegaf, Rabu (19/8/2026).
Meskipun menimbulkan kerusakan fisik pada Loka tinggal Penduduk, pihak kecamatan menjamin Tak Eksis korban jiwa maupun luka-luka internal insiden ini. Seluruh penghuni Griya tercapai menyelamatkan diri ketika guncangan hembusan terwujud.
“Alhamdulillah Tak Eksis korban jiwa maupun luka-luka, dan Tak Eksis Penduduk Nan Tiba harus mengungsi. Tim kecamatan dan kelurahan ketika ini Konsentrasi menyelesaikan pemetaan pendataan kerugian secara rinci,” tambahnya.
Bupati Chaidir Syam Minta Penanganan Sigap dan Kewaspadaan menjulang
Menyikapi musibah tersebut, Bupati Maros, Chaidir Syam, memerintahkan jajaran kuasa wilayah, BPBD, dan aparat kecamatan setempat ciptakan segera menyalurkan Donasi Darurat serta mempercepatkan alur perbaikan Griya Penduduk.
Di inti kondisi perubahan cuaca Nan fluktuatif, Chaidir mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Maros ciptakan senantiasa menaikkan kewaspadaan terhadap potensi Musibah hidrometeorologi.
“Nan paling Primer Ialah keselamatan Penduduk, alhamdulillah Tak Eksis korban jiwa. gua minta kuasa setempat segera merampungkan penanganan Griya terdampak, dan mengajak masyarakat agar tetap ekstra waspada terhadap potensi cuaca ekstrem Nan mendapatkan tampak secara mendadak,” pungkas Chaidir.(*)