ngentot mutakhir Karhutla Tanjung pentil Makin tidak terpencil Feeding Camp Orang Utan, 600 Meter Lagi




Kotawaringin Barat –

Karhutla di kawasan Taman dalam negeri Tanjung pentil (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan inti, kian mengkhawatirkan. Kobaran api diberitakan makin tidak terpencil feeding camp Tanjung Asa, Letak pemberian pakan orang utan, berbarengan jarak diperkirakan hanya Sekeliling 600 meter.

Informasi tersebut disampaikan relawan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), Deny Priyatna, berdasarkan perkembangan terakhir pada Kamis (22/10/2026).
Deny berucap relawan Seiring sejumlah instansi terkait Tetap berjibaku memadamkan api agar Tak menjalar hingga ke area feeding camp.

Letak tersebut berperan perhatian dikarenakan terkait langsung berbarengan aktivitas konservasi orang utan di kawasan TNTP. “Berdasarkan informasi terakhir, api telah Sekeliling 600 meter dari feeding camp Tanjung Asa,” Jernih Deny, Kamis (22/10/2026).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, upaya pemadaman berikut dikerjakan di sejumlah titik hasilkan mengendalikan penyebaran api. Tim gabungan Berjuang mencegah kebakaran meluas dan mengancam kawasan Nan Mempunyai Kegunaan Krusial sebar perlindungan satwa liar.

Selain di Sekeliling Tanjung Asa, relawan juga mengerjakan pemadaman di jalur trekking Nan berada di antara kawasan Beguruh dan Pesalat. Api Nan membakar vegetasi di jalur tersebut berperan perhatian dikarenakan diperkirakan meluas ke area konservasi di sekitarnya.

Deny mengimbuhkan kebakaran juga terjadi di lahan konservasi milik YOHK Nan berada di bagian luar kawasan TNTP. Tim yayasan turut mengerjakan pemadaman hasilkan mengendalikan titik api di Letak tersebut.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla Tak hanya berfokus di bagian dalam kawasan taman dalam negeri, tetapi juga menjangkau lahan konservasi di bagian luar batas kawasan,” ujarnya.

Kedekatan api berbarengan feeding camp Tanjung Asa berperan perhatian serius sebar para relawan. “Kalau kebakaran berikut meluas, kondisi tersebut diperkirakan mengganggu habitat dan aktivitas konservasi orang utan Nan selama ini dikerjakan di kawasan Taman dalam negeri Tanjung pentil,” pungkasnya.

(sun/aau)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *