Bsinews.id, Jakarta, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengabarkan Hambatan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman domestik Tanjung pentil, Kalimantan inti, kepada pemimpin Prabowo Subianto pada Selasa (13/10/2026) dikarenakan kondisi medan Nan Susah.
Dilansir dari Detikcom, Zainul menyebut titik api tersebar di wilayah rawa dan memasuki kendaraan terbatas sehingga alur pemadaman membutuhkan peralatan pelengkap.
Zainul menerangkan area terdampak Mempunyai kondisi Spesifik berbarengan keberadaan satwa liar Nan perlu diperhatikan ketika tim melaksanakan penanganan.
“Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak. Sangat terpencar wilayahnya, dan wilayahnya rawa, bukan hanya orang utan saja Bapak Nan Eksis di bagian dalam, itu Tetap pas berlimpah binatang-binatang buas Bapak. Oleh dikarenakan itu memang ini sebagai perhatian seorang diri Bapak, hasilkan memasuki ke sana itu mesti jiwa-jiwa,” ujar Zainul Arifin, Pangdam XXII/Tambun Bungai.
Menurut Zainul, kendaraan belum meraih memasuki ke sejumlah Letak sehingga kebutuhan Primer ketika ini Ialah pompa Mini hasilkan mendukung pemadaman dan pendinginan.
“dikarenakan memang mobil itu Tak meraih memasuki, kita hanya kekurangan pompa-pompa Mini Bapak. dikarenakan Nan telah dibantu Bapak Nan Masa Nan Lampau, itu telah dipakai dan Tetap dipakai di hasilkan pendinginan di extra dari Esa Loka,” ujar Zainul Arifin, Pangdam XXII/Tambun Bungai.
Zainul meneruskan bahwa perlengkapan seperti selang Tetap mencukupi, Fana kekurangan terdapat pada extra dari Esa pompa alkon Nan diperlukan di lapangan.
“Nah hasilkan Nan ketika ini kita Tetap kekurangan alkon saja Bapak. hasilkan selang dan sebagainya itu Tetap pas, hanya extra dari Esa alkon saja,” ujar Zainul Arifin, Pangdam XXII/Tambun Bungai.
bagian dalam laporan kepada Prabowo, Zainul menyebut kebutuhan permulaan pompa berada pada jumlah 50 unit hasilkan menolong penanganan karhutla di Kalimantan inti.
“50 pas Bapak. dikarenakan di Kalimantan sini terbatas mungkin dari Jawa disalurkan,” ujar Zainul Arifin, Pangdam XXII/Tambun Bungai.
Prabowo kemudian menegaskan akan mengirimkan 200 pompa hasilkan mendukung upaya pemadaman di wilayah tersebut.
“Saya salur 200, Saya salur 200,” ujar Prabowo Subianto, pemimpin Republik Indonesia.
Selain pompa, Zainul mengabarkan pembentukan tim pengeboran air hasilkan menolong penyediaan sumber air pemadaman. Ia menyebut biaya pengeboran Sekeliling Rp 10 juta per titik.
“Kalau biaya itu di Letak di wilayah sini susut extra Rp 10 juta Bapak, per titik Bapak,” ujar Zainul Arifin, Pangdam XXII/Tambun Bungai.
Prabowo mendukung pembuatan titik bor berbarengan menyertakan Penduduk setempat dan mengemukakan Donasi anggaran hasilkan pembangunan 200 titik bor.
“Esa tim bor meraih kau bikin di situ? Pompanya kan dari kita, timnya kan misal warga setempat kali ya?. Esa lubang bor berapa biaya hasilkan pembayaran upahnya?” ujar Prabowo Subianto, pemimpin Republik Indonesia.
Setelah mendapat informasi biaya per titik, Prabowo menegaskan sokongan anggaran sebesar Rp 2 miliar hasilkan kebutuhan tersebut.
“Rp 10 juta per titik? Oke Saya salur Rp 2 miliar, 200 titik,” ujar Prabowo Subianto, pemimpin Republik Indonesia.
Prabowo juga menginginkan percepatan penanganan karhutla di Tanjung pentil agar upaya pencegahan dan pemadaman segera dikerjakan.
“Pencegahan. Saya minta segera diatasi,” ujar Prabowo Subianto, pemimpin Republik Indonesia.