NEWSWAY.CO.ID, BANJARMASIN – Upacara apel peringatan ke-164 tahun wafatnya Pahlawan dalam negeri Pangeran Antasari, Pekan (11/10/2026) di kawasan Makam Malkon Temon – Masjid Jami, Banjarmasin melangkah khusyuk. Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin diwakili Sekretaris area Provinsi H Muhammad Syarifuddin, memimpin apel peringatan.
Upacara peringatan wafat dimulai pukul 07.45 Wita itu turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalsel Letkol Inf (Purn) Sandimin, dan Ketua Biasa Majelis Harian area (DHD) raga Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) Kalsel H Sahbirin Noor atau Om Birin.
Acara diawali berdua pembacaan history kilat Pangeran Antasari oleh Ketua LVRI Kalsel dilanjutkan pembacaan tujuh butir pesan-pesan Pangeran Antasari Komplit berbahasa Banjar. Adapun tujuh pesan tersebut, Pertama, “Haram Manyarah Waja Tiba ka pentil”. Kedua, “Lamun Tanah Banyu Kita Kada Handak di Lincai Urang, Jangan Bacakut Papadaan Kita”. Ketiga, “Lamun Handak Tulak Manyarang Walanda, Baikat batin di Tali Sindat. Keempat, Jangan Wafat Paharatan Bukah, Matilah Kita di lorong Allah”.
Pesan kelima Merupakan, “Siapa Nang Babaik-baik Wan Walanda, Tujuh Katurunan Kahada Saya Sapa”. Keenam, “Amun Kita telah Sapakat Handak Mahinyik Walanda, Janganlah Walanda Diberi Muha, Badaras Pagat Urat Gulu Amun Manyarah Kahada”, dan Ketujuh Merupakan “Haram Dijamah Walanda, Haram Diriku Dipanjara, Haram Negeriku Dijajah.
Pangeran Antasari merupakan keliru Esa Pahlawan dalam negeri Indonesia Nan lahir di Kayutangi Sekeliling tahun 1809 dan wafat pada 11 Oktober 1862 di Bayan Begak, Kalimantan inti dikarenakan sakit.
Gelar sebagai Pahlawan dalam negeri diputuskan wewenang Indonesia sesuai SK Nomor 06/TK/1968 pada tanggal 27 Maret 1968.
“Upacara peringatan dan ziarah ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus hasilkan mengenang layanan perjuangan Pangeran Antasari melawan penjajah Belanda, sekaligus meneladai evaluasi-evaluasi kepahlawanan Nan diwariskan. Mari kita berikut menggelorakan semangat kepahlawanan Pangeran Antasari, ” ujar Sekdaprov Syarifuddin kepada wartawan, usai upacara dan ziarah.
Turut pula, sejumlah tenaga Pakar gubernur (TAG), kepala SKPD lingkup wewenang Provinsi, dan para Pakar waris atau kerabat Pangeran Antasari.
Setelah peletakan karangan Kembang di Ambang santap dan penghormatan, peserta apel mengerjakan ziarah dan tabur Kembang di atas makam Pangeran Antasari dan kerabat lainnya. wewenang Provinsi Kalsel melalui Dinas Sosial juga mengemukakan Donasi atau tali asih kepada para Pakar waris Pangeran Antasari Nan diserahkan Sekdaprov Syarifuddin. (nw)