24 Jun 2026 09:30 WIB |
Dilihat
414
kali
Foto : Kepala tubuh dalam negeri Penanggulangan Musibah (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau progres perbaikan Huntara di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara Nan telah berakhir dikoreksi setelah rusak dikarenakan diterjang hembusan pentil beliung kelebihan dari Esa Masa Lampau. Kepala BNPB pada kesempatan tersebut juga menyerahkan Donasi kepada para penghuni Huntara, Selasa (23/6). (Bidang Komunikasi Kebencanaan/Fhirlian Rizqi Primer)
ACEH UTARA – rezim Beralih Sigap menindak kerusakan Hunian Fana (Huntara) dikarenakan Musibah hembusan pentil beliung dikarenakan cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa (2/6) Lampau. bagian dalam peninjauan langsung ke Letak terdampak di Kecamatan Langkahan, Selasa (23/6), Kepala tubuh dalam negeri Penanggulangan Musibah (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menjaga seluruh huntara Nan rusak saat ini telah berakhir dikoreksi dan telah meraih kembali ditempati oleh masyarakat secara terjamin.
Adapun keseluruhan jumlah Huntara para penyintas Musibah Hidrometeorologi Siklon Senyar kelebihan dari Esa Masa Lampau ini Nan telah dikoreksi berjumlah 72 unit berdua rincian, 14 unit rusak beban, 29 unit rusak sedang, dan 29 unit rusak tidak beban. Huntara terdampak tersebut tersebar di enam desa, Adalah Desa Langkahan, Desa Rumoh Rayeuk, Desa Geudumbak, Desa Buket Linteung, Desa Alue Krak Kaye, dan Desa Lebok Pusaka.
“Artinya, sekecil apa pun permasalahan di lapangan, kami dari rezim inti melalui BNPB atas arahan Bapak kepala negara terus memonitor dan segera meraih jejak perbaikan. Alhamdulillah, Huntara Nan lebih masa lalu rusak diterjang hembusan pentil beliung ketika ini telah dikoreksi seluruhnya dan masyarakat Nan sempat mengungsi telah kembali ke hunian masing-masing,” ujar Suharyanto usai meninjau Letak Huntara di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan.
Selain menjaga penanganan Darurat Melangkah berkualitas, Kepala BNPB juga menginginkan kepada rezim wilayah setempat hasilkan segera mengawal tahapan transisi hunian sebar para penyintas Musibah menuju Hunian Tetap (Huntap) agar Tak terlalu pelan tinggal di Huntara.
“Dan bagian dalam kesempatan ini juga Saya Mau menegaskan kepada para pejabat wilayah agar segera diajukan (informasi) dari rezim wilayah, berapa pun dapatnya, kita segera melek Huntap. Paling Tak di tahun 2026 ini sebagian telah pindah ke hunian tetap, Tak semuanya tinggal di Huntara,” cita Suharyanto.
Di samping meninjau Huntara Nan telah berakhir dikoreksi, bagian dalam program tersebut Kepala BNPB juga menyerahkan langsung Donasi sembako hasilkan memenuhi kebutuhan harian para penghuni Huntara.
Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala inti informasi, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
operator