PANGKALAN BUN – Helikopter Water Bombing dari tubuh domestik Penanggulangan Musibah (BNPB) mengerjakan pemadaman karhutla di Taman domestik Tanjung pentil (TNTP). terungkap Letak tersebut terdampak karhutla sejak Agustus 2026.
Kepala Pelaksana tubuh Penanggulangan Musibah wilayah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar), Samuel, berucap pemadaman melalui helicopter water bombing merupakan cara pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari udara berbarengan menjatuhkan ribuan liter air ke titik api,
“BPBD Kobar telah mendapatkan laporan dari Satgasud Lanud Iskandar terkait pengerahan helikopter water bombing pada Selasa, 22 September 2026. Dan berdasarkan laporan dari Satgasud Lanud Iskandar, helikopter water bombing telah diturunkan ciptakan mengerjakan penanganan prioritas kebakaran di wilayah Taman domestik Tanjung pentil,” ujar Samuel, Selasa, 22 September 2026.
Helikopter jenis AS332L berbarengan registrasi C-PUM tersebut rela landas dari Apron Lanud Iskandar pada pukul 09.31 WIB dan langsung menuju Sungai Buluh Akbar ciptakan memungut air sebelum meneruskan penerbangan menuju Letak titik api.
“Jarak pengambilan air dari titik api diinformasikan Sekeliling 3 nautical mile (Nm). Setelah mengerjakan pengisian air, helikopter kemudian terbang menuju sasaran berdasarkan koordinat titik api Nan berada di kawasan TNTP,” tutur Samuel.
Berdasarkan agenda operasi, helikopter water bombing tersebut akan mengerjakan pemadaman di wilayah TNTP selama turun kelebihan 4,5 jam. berbarengan Masa operasi tersebut, helikopter diperkirakan kembali dan mendarat di Apron Lanud Iskandar Sekeliling pukul 13.53 WIB.
“Pengerahan helikopter water bombing ini berperan keliru Esa upaya penanganan karhutla ciptakan mempercepatkan pemadaman, khususnya terhadap titik api Nan berada di kawasan hutan Nan Susah dijangkau melalui jalur darat,” ungkapnya. (man)
lafal juga … OFI promosi Orangutan, Disambut Meriah Masyarakat Desa Melawen