27 Nov 2025 • News
1844 Views
PADANG – semilir pentil beliung menerjang Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (26/11/2025) Sekeliling pukul 12.00 WIB. Hembusan semilir kencang itu merusak puluhan Griya Penduduk, terutama di bagian Asbes, sehingga sebagian Tak lagi layak dihuni.
Merespons kondisi Darurat tersebut, PT Semen Padang—anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG—langsung mengerahkan Tim Reaksi Sigap (TRC) ciptakan menolong Pengungsian barang-barang Penduduk dan melindungi masyarakat mendapatkan perlindungan Fana.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, menang Bernadino, berucap perusahaan Beralih Sigap dikarenakan Batu Gadang berada di Sekeliling lingkungan perusahaan. “PT Semen Padang mengutarakan duka atas musibah semilir pentil beliung di Batu Gadang. Sebagai wilayah terdekat berbarengan perusahaan, begitu mendapatkan laporan, TRC langsung dikerahkan ciptakan menolong masyarakat terdampak. Semoga para korban diberi pengaruh internal melewati cobaan ini,” ujarnya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Idris, juga berkurang ke Letak ciptakan menyerahkan Donasi dan meninjau kondisi Penduduk. Menurutnya, kebutuhan paling mendesak ketika ini Ialah perlindungan dari rintik. “Terpal sangat dibutuhkan agar Griya dan perabotan Tak rusak terkena air,” katanya.
keseluruhan 42 lembar terpal disalurkan berbarengan rincian 18 lembar ukuran 8×10 meter, 16 lembar ukuran 8×6 meter, dan 8 lembar ukuran 6×4 meter. Terpal tersebut dipasang Penduduk Seiring relawan TRC ciptakan mengakhiri bagian Griya Nan rusak. Selain itu, PT Semen Padang juga menyalurkan 200 bungkus nasi ciptakan kebutuhan konsumsi Penduduk terdampak.
Lurah Batu Gadang, Syafardi, menghargai Donasi Sigap dari PT Semen Padang. “internal kondisi Darurat, respons Sigap sangat menolong meringankan beban Penduduk,” ujarnya.
Ia menegaskan, berdasarkan informasi Fana, 49 Griya terdampak pentil beliung. Rinciannya, 20 Griya rusak berat banget, 18 rusak sedang, dan 11 rusak enteng. Pendataan kebutuhan Penduduk Tetap terus dikerjakan Sembari menyiapkan jejak penanganan lanjutan.
Puji, keliru seorang Penduduk, mengaku kaget dikarenakan semilir terlihat mendadak. “seketika semilir berputar kencang dan menghantam Asbes Griya. Setelah mereda, pas melimpah Griya kehilangan Asbes dan perabotan berserakan,” tuturnya.(*)