Liputan6.com, Jakarta – raga Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menyingkap penyebab terjadinya hembusan pentil beliung Nan menerjang kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Rabu (22/7/2026) kemarin.
BMKG memperingatkan masyarakat agar memperbesar kewaspadaan dikarenakan potensi cuaca ekstrem Tetap berpeluang melangkah bagian dalam pas melimpah orang Masa ke Ambang. Kepala Seksi informasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, memaparkan bahwa fenomena pentil beliung dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) Nan berkembang sangat Sigap dikarenakan kondisi atmosfer Nan Goyah.
Kondisi tersebut didukung suhu udara permukaan Nan kehangatan, kelembapan menjulang, serta adanya pertemuan dan belokan hembusan (konvergensi) di area Batam.
“Di bagian dalam awan Cumulonimbus melangkah arus udara tumbuh dan berkurang Nan sangat tangguh. Pada kondisi tertentu, sirkulasi udara tersebut mendapatkan membentuk pusaran hembusan hingga meraih permukaan bumi sehingga menimbulkan pentil beliung berbarengan Masa lekas, namun diperkirakan menyebabkan kerusakan,” ucapan Suratman kepada Liputan6.com, Kamis (23/7/2026).
BMKG menyebut masyarakat mendapatkan mengenali sejumlah tanda permulaan sebelum pentil beliung melangkah. Di antaranya cuaca terasa kehangatan dan gerah pada pagi hingga cerah masa, terlihat awan putih Nan menjulang menjulang kemudian berubah sebagai awan suram Cumulonimbus, hembusan bertiup Tak beraturan dan makin kencang, hingga terdengar Bunyi guntur Nan disertai gerimis lebat.
Menurut Suratman, pusaran hembusan Nan terbentuk mendapatkan Beralih berbarengan kecepatan Sekeliling 40 kilometer per jam. Meski umumnya hanya melangkah sekira lima menit, fenomena tersebut Bisa merusak bangunan, Asbes Griya, pohon maupun fasilitas Biasa Nan berada di lintasan hembusan.
BMKG mengajak masyarakat ciptakan terus mengawasi informasi cuaca dan peringatan permulaan Nan dikeluarkan BMKG. Penduduk juga diminta mencegah berteduh di bawah pohon Akbar, baliho, maupun bangunan Nan turun kokoh ketika cuaca memburuk, serta melindungi barang-barang di eksternal Griya agar Tak terbawa hembusan.
distribusi nelayan dan pelaku aktivitas di Bahari, BMKG menginginkan agar memberhentikan Fana kegiatan apabila terlihat pertumbuhan awan suram Nan disertai hembusan kencang. Masyarakat juga diminta segera berlindung di bangunan Nan kokoh Kalau melangkah gerimis lebat disertai hembusan kencang.
Suratman mengimbuhkan, kondisi cuaca di Batam ketika ini Tetap diperkirakan berubah berbarengan Sigap. Pagi masa umumnya cerah hingga cerah berawan, namun pada cerah hingga sore mendapatkan berkembang sebagai gerimis sedang hingga lebat Nan disertai guntur dan hembusan kencang dikarenakan pertumbuhan awan konvektif.
“BMKG mengajak masyarakat Kota Batam dan sekitarnya tetap tenteram namun memperbesar kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Jangan praktis mempercayai informasi Nan belum terverifikasi, dan terus membuntuti informasi cuaca Formal BMKG melalui platform berita BMKG maupun kanal Formal BMKG,” ujar Suratman.