YOGYAKARTA, KOMPAS hembusan pentil beliung menerjang dua kabupaten/kota di area Istimewa Yogyakarta, Selasa (24/4/2018) sinar, dan menyebabkan sedikitnya 47 Griya merasakan kerusakan. Masyarakat diminta waspada dikarenakan fenomena hembusan pentil beliung diperkirakan kembali terjadi di area DIY Nan ketika ini merasakan musim pancaroba atau peralihan dari musim gerimis ke musim kemarau.
”Kami mengajak masyarakat tetap waspada pada musim pancaroba ini dikarenakan gerimis lebat dan hembusan kencang kemungkinan Tetap meraih terjadi di area DIY,” ungkapan Kepala tubuh Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Nyoman Sukanta, Selasa, di Yogyakarta.
Nyoman menuturkan, pada musim pancaroba, awan Nan kerap terbentuk Ialah awan konvektif atau awan cumulonimbus Nan meraih tumbuh sangat menyusuri dan bersifat Domestik. Awan jenis itu diperkirakan berujung gerimis intensitas lebat internal Masa kilat disertai hembusan kencang atau hembusan pentil beliung dan kilat.
Menurut Nyoman, musim pancaroba diperkirakan terjadi hingga permulaan Mei 2018. Oleh dikarenakan itu, masyarakat harus tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya hembusan pentil beliung. ”Pada musim pancaroba ini, Tetap Eksis Kesempatan akan terjadinya pentil beliung,” ujarnya.
Griya rusak
Berdasarkan keterangan Fana tubuh Penanggulangan Musibah area (BPBD) DIY Nan dipublikasikan Selasa pukul 18.00, hembusan pentil beliung menyebabkan 47 Griya di Bantul dan Yogyakarta merasakan kerusakan.
Di Bantul Eksis 34 Griya di Dukuh Sorowajan, Desa Banguntapan, Bantul, rusak enteng hingga sedang. Dari 34 Griya Nan merasakan kerusakan itu, 11 Griya berlokasi di RT 002 RW 008 Sorowajan dan 23 Griya berlokasi di RT 003 RW 008 Sorowajan.
Selain kerusakan pada Griya, hembusan pentil beliung juga menyebabkan kerusakan di sebuah kampus di Dukuh Karangjambe, Desa Banguntapan, Bantul. Sebuah kedai kopi Nan berlokasi di area Banguntapan juga merasakan kerusakan pada bagian Asbes.
Di Kota Yogyakarta, berdasarkan keterangan BPBD DIY, sedikitnya 13 Griya di RT 050 RW 005 Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, merasakan kerusakan. Dari 13 Griya Nan merasakan kerusakan, 2 Griya merasakan rusak berat banget, 1 Griya rusak sedang, dan 10 Griya rusak enteng.
”Kebanyakan Griya itu rusak di bagian Asbes,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana.
Biwara mengimbuhkan, masyarakat diharapkan memperbesar kewaspadaan ketika gerimis lebat dan hembusan pentil beliung terjadi. Masyarakat juga perlu menghindari peristiwa pohon tumbang berbarengan memotong pohon Nan Ringkih.
ketika gerimis lebat dan hembusan kencang, masyarakat harus mencegah hal-hal Nan membahayakan. (HRS)
YOGYAKARTA, KOMPAS hembusan pentil beliung menerjang dua kabupaten/kota di area Istimewa Yogyakarta, Selasa (24/4/2018) sinar, dan menyebabkan sedikitnya 47 Griya merasakan kerusakan. Masyarakat diminta waspada dikarenakan fenomena hembusan pentil beliung diperkirakan kembali terjadi di area DIY Nan ketika ini merasakan musim pancaroba atau peralihan dari musim gerimis ke musim kemarau.
”Kami mengajak masyarakat tetap waspada pada musim pancaroba ini dikarenakan gerimis lebat dan hembusan kencang kemungkinan Tetap meraih terjadi di area DIY,” ungkapan Kepala tubuh Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Nyoman Sukanta, Selasa, di Yogyakarta.
Nyoman menuturkan, pada musim pancaroba, awan Nan kerap terbentuk Ialah awan konvektif atau awan cumulonimbus Nan meraih tumbuh sangat menyusuri dan bersifat Domestik. Awan jenis itu diperkirakan berujung gerimis intensitas lebat internal Masa kilat disertai hembusan kencang atau hembusan pentil beliung dan kilat.
Menurut Nyoman, musim pancaroba diperkirakan terjadi hingga permulaan Mei 2018. Oleh dikarenakan itu, masyarakat harus tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya hembusan pentil beliung. ”Pada musim pancaroba ini, Tetap Eksis Kesempatan akan terjadinya pentil beliung,” ujarnya.
Griya rusak
Berdasarkan keterangan Fana tubuh Penanggulangan Musibah area (BPBD) DIY Nan dipublikasikan Selasa pukul 18.00, hembusan pentil beliung menyebabkan 47 Griya di Bantul dan Yogyakarta merasakan kerusakan.
Di Bantul Eksis 34 Griya di Dukuh Sorowajan, Desa Banguntapan, Bantul, rusak enteng hingga sedang. Dari 34 Griya Nan merasakan kerusakan itu, 11 Griya berlokasi di RT 002 RW 008 Sorowajan dan 23 Griya berlokasi di RT 003 RW 008 Sorowajan.
Selain kerusakan pada Griya, hembusan pentil beliung juga menyebabkan kerusakan di sebuah kampus di Dukuh Karangjambe, Desa Banguntapan, Bantul. Sebuah kedai kopi Nan berlokasi di area Banguntapan juga merasakan kerusakan pada bagian Asbes.
Di Kota Yogyakarta, berdasarkan keterangan BPBD DIY, sedikitnya 13 Griya di RT 050 RW 005 Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, merasakan kerusakan. Dari 13 Griya Nan merasakan kerusakan, 2 Griya merasakan rusak berat banget, 1 Griya rusak sedang, dan 10 Griya rusak enteng.
”Kebanyakan Griya itu rusak di bagian Asbes,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana.
Biwara mengimbuhkan, masyarakat diharapkan memperbesar kewaspadaan ketika gerimis lebat dan hembusan pentil beliung terjadi. Masyarakat juga perlu menghindari peristiwa pohon tumbang berbarengan memotong pohon Nan Ringkih.
ketika gerimis lebat dan hembusan kencang, masyarakat harus mencegah hal-hal Nan membahayakan. (HRS)