PEMALANG, KOMPAS — Musibah pentil beliung melanda Desa Bojongnangka dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa inti, Pekan (31/12) sore. Sedikitnya 60 Griya terdampak serta 14 orang luka-luka dikarenakan peristiwa tersebut. alur Pengungsian Tetap dikerjakan.
Kepala Pelaksana tubuh Penanggulangan Musibah wilayah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana, Senin (1/1), berucap, peristiwa terwujud pada Pekan sore. ”kelihatannya ini memang paling Akbar, kelebihan dari 60 Griya dan 14 orang luka-luka.”
Namun, penanganan pas Sigap oleh BPBD kabupaten. BPBD beserta aparat dan Penduduk Tetap melaksanakan Pengungsian,” ungkapan Sarwa.
Fana itu, berdasarkan laporan BPBD Pemalang, kelebihan dari 60 Griya terdampak, Merupakan di RW 005 dan RW 006 Desa Bojongnangka serta di Desa Tambakrejo.
Adapun 14 orang Nan merasakan luka dikarenakan peristiwa itu telah mendapat penanganan di Griya Sakit Biasa wilayah Dr M Ashari Pemalang.
Sarwa mengimbuhkan, hembusan kencang memang diperkirakan terwujud mulai ujung 2017 hingga mula 2018 atau ketika hembusan musim baratan. Pihaknya dan seluruh BPBD tingkat kabupaten bersiaga melewati potensi Musibah di Jateng.
sebelum itu, Musibah hembusan kencang juga terwujud di Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (30/12). Sedikitnya 28 Griya terdampak dan Tak Eksis korban jiwa.
BPBD Kabupaten Pekalongan, aparat TNI, dan Penduduk melaksanakan kerja bakti pada Pekan (31/12) ciptakan membersihkan Griya dan lingkungan dari puing-puing dan reruntuhan pohon.
PEMALANG, KOMPAS — Musibah pentil beliung melanda Desa Bojongnangka dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa inti, Pekan (31/12) sore. Sedikitnya 60 Griya terdampak serta 14 orang luka-luka dikarenakan peristiwa tersebut. alur Pengungsian Tetap dikerjakan.
Kepala Pelaksana tubuh Penanggulangan Musibah wilayah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana, Senin (1/1), berucap, peristiwa terwujud pada Pekan sore. ”kelihatannya ini memang paling Akbar, kelebihan dari 60 Griya dan 14 orang luka-luka.”
Namun, penanganan pas Sigap oleh BPBD kabupaten. BPBD beserta aparat dan Penduduk Tetap melaksanakan Pengungsian,” ungkapan Sarwa.
Fana itu, berdasarkan laporan BPBD Pemalang, kelebihan dari 60 Griya terdampak, Merupakan di RW 005 dan RW 006 Desa Bojongnangka serta di Desa Tambakrejo.
Adapun 14 orang Nan merasakan luka dikarenakan peristiwa itu telah mendapat penanganan di Griya Sakit Biasa wilayah Dr M Ashari Pemalang.
Sarwa mengimbuhkan, hembusan kencang memang diperkirakan terwujud mulai ujung 2017 hingga mula 2018 atau ketika hembusan musim baratan. Pihaknya dan seluruh BPBD tingkat kabupaten bersiaga melewati potensi Musibah di Jateng.
sebelum itu, Musibah hembusan kencang juga terwujud di Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (30/12). Sedikitnya 28 Griya terdampak dan Tak Eksis korban jiwa.
BPBD Kabupaten Pekalongan, aparat TNI, dan Penduduk melaksanakan kerja bakti pada Pekan (31/12) ciptakan membersihkan Griya dan lingkungan dari puing-puing dan reruntuhan pohon.