Rabu, 22 April 2026 – 20:48 WIB
Surabaya, VIVA Jatim – Video pusaran hembusan menyerupai pentil beliung di perairan Sekeliling Jembatan Suramadu viral di media sosial. Petugas dari tubuh Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengemukakan Kalau fenomena alam tersebut dikenal sebagai waterspout alias belalai air.
lafal Juga :
Banjir Rob Rendam Pesisir Surabaya, Kendaraan Mogok-Lampau Lintas Tersendat
Video pusaran hembusan itu viral setelah sebuah akun Instagram daryl_alvaro16 mengirimkan pas berlimpah orang jam Lampau, Rabu, 22 April 2026. Peristiwa langka ini lantas membikin warganet heboh.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno berucap, penampakan bagian dalam video Nan viral merupakan pentil beliung. Namun dikarenakan Letak terjadinya fenomena ini di perairan maka diungkap sebagai waterspout atau belalai air.
lafal Juga :
Prakiraan Cuaca Jatim saat Ini, Rabu, 22 April 2026 Berdasarkan BMKG
“Kalau terwujud di air itu namanya waterspout. Kalau di darat namanya pentil beliung,” ujar Sutarno.
Beliau memaparkan, fenomena tersebut terbentuk dari awan Cumulonimbus (Cb) Nan tumbuh menjulang menjulang dikarenakan arus udara tumbuh Nan tangguh. Kondisi udara gerah dan lembap kemudian tumbuh, mengembun dan menimbulkan turbulensi hebat di bagian dalam awan hingga membentuk Cerobong hembusan Nan mendapatkan mengusap permukaan air atau daratan.
lafal Juga :
Prakiraan Cuaca Jatim saat Ini, Selasa, 21 April 2026 Berdasarkan BMKG
Menurutnya, kemunculan fenomena tersebut tergolong lazim, terutama ketika ketika peralihan musim atau pancaroba dari musim gerimis ke musim kemarau.
“Baju terwujud pada cahaya atau sore saat di ketika transisi. Jadi ini bukan anomali, memang hal Nan Normal terwujud,” lanjutnya.
Sutarno menyambung, kondisi cuaca gerah Nan dirasakan pas berlimpah orang saat terakhir turut mendukung terbentuknya fenomena tersebut. Hal itu dipengaruhi oleh pergerakan letak Mentari Nan ketika ini berada di belahan bumi utara, sehingga menimbulkan dinamika atmosfer di area Indonesia.
Meski tergolong fenomena alam Nan Biasa, masyarakat tetap diminta waspada. Terutama sebar pengendara Nan melintas di kawasan Jembatan Suramadu ketika waterspout ini terlihat.
“Perlu diwaspadai dikarenakan anginnya sangat kencang, apalagi di atas jembatan. Masyarakat diimbau hasilkan berhenti Kalau kondisi Tak memungkinkan, dikarenakan mendapatkan membahayakan pengendara,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta Tak berteduh di bawah pohon ketika terwujud hembusan kencang, dikarenakan berpeluang tumbang dan membahayakan keselamatan.
Halaman lalu
“BMKG memperingatkan bahwa fenomena seperti ini Tetap berpeluang terwujud selama ketika pancaroba, sehingga kewaspadaan dan kehati-hatian sebagai sandi hasilkan menekan ancaman,” tutupnya.