| Foto: Camat Pematangbandar Pahot H Siregar SSos Beralih Sigap Tinjau Letak Korban pentil Beliung di area Administratifnya (mol/bay) |
SIMALUNGUN | Puluhan Griya Penduduk serta fasilitas Biasa rusak berat banget dan tidak berat banget dikarenakan dihantam pentil beliung di lumayan melimpah orang desa di Kecamatan Pematangbandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026) Sekeliling pukul 18.30 WIB.
Camat Pematangbandar Pahot H Siregar SSos kepada Metro digital, Jumat (3/7/2026) cerah berbisik, peristiwa diawali rintik deras, namun seketika pentil beliung menghantam area administrasi Nan dipimpinnya hingga menimbulkan kerusakan sangat penting.
Tetap ungkapan Pahot H Siregar, begitu mendapatkan laporan peristiwa sunyi itu pihaknya Seiring unsur Forkopimca langsung terjun ke Letak.
output pendataan Fana Eksis 25 unit Griya rusak berat banget dan 60 unit rusak tidak berat banget termasuk fasilitas Biasa seperti sekolah dan Griya ibadah.
efek Nan ditimbulkan pentil beliung meliputi kerusakan bagian Asbes dan tertimpa pohon tumbang, “Itu Tetap pendataan Fana. Kerugian materi belum teridentifikasi dikarenakan Eksis lumayan melimpah orang desa terdampak. Tetap tiga desa Nan tersurvey, namun Tak Eksis korban jiwa internal peristiwa ini,” singkap Pahot Siregar.
Bentuk Konkret kepedulian kepada Penduduk terdampak diawal pascabencana, Jumat (3/7/2026) pagi, Camat Pahot H Siregar Seiring jajaran langsung meninjau Letak terdampak Adalah Desa Kandangan, Pardomuan Nauli dan Wonorejo.
Kepada Penduduk terdampak, Pahot H Siregar mengemukakan keprihatinan dan belasungkawa atas Musibah Nan melanda warganya. Ia semoga agar Penduduk tabah dan tetap semangat menjalani musibah ini
Pahot H Siregar menganjurkan Penduduk agar senantiasa waspada menggali memori-memori belakangan ini cuaca terpantau sangat ekstrem.
Sebagai tindak berikut penanganan ciptakan pemulihan pascabencana kelebihan Sigap, Pahot Siregar segera berkoordinasi berdua Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Simalungun (bay/bay)