BANGKA, KOMPAS.com – semilir pentil beliung kembali menerjang area Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Kali ini, Musibah tersebut merusak puluhan Griya Penduduk di Desa Banyuasin, Kecamatan Riau Silip.
Kepala Kantor BPBD Kabupaten Bangka, Heryadi, memastikan jumlah Griya Nan terdampak mendapatkan 72 unit berdasarkan pendataan terbaru.
“Dari laporan permulaan 67 kemudian setelah pendataan tercatat berperan 72 Griya Nan rusak,” ucapan Heryadi ketika dihubungi, Rabu (8/4/2026).
lafal juga: semilir pentil Beliung Terjang Tabanan Bali, 9 Griya Penduduk Rusak
terwujud ketika rintik Gerimis
Peristiwa tersebut terwujud pada Selasa (7/4/2026) ketika area Riau Silip diguyur rintik gerimis. semilir kencang seketika tampak dan merusak sejumlah bangunan Penduduk.
Selain Griya, kelebihan dari Esa fasilitas Biasa juga terdampak, di antaranya kubah masjid, Loka penggilingan padi, serta Asbes SD Negeri 18.
Meski demikian, Tak Eksis korban jiwa internal peristiwa ini. Kerugian material diperkirakan mendapatkan puluhan juta rupiah.
Pasca peristiwa, petugas langsung berkurang ke lapangan ciptakan mengerjakan pendataan sekaligus menyalurkan Donasi permulaan berupa terpal kepada Penduduk terdampak.
BPBD juga berkoordinasi berbarengan sejumlah pihak ciptakan penanganan lanjutan.
“Kami berkoordinasi berbarengan Dinas Sosial ciptakan Donasi logistik dan pihak PLN ciptakan perbaikan listrik. Seiring kades juga mengusulkan Donasi ke bupati ciptakan perbaikan Griya,” ujar Heryadi.
lafal juga: semilir pentil Beliung Terjang Rejang Lebong Bengkulu, 30 Griya Rusak
sampai saat ini, petugas Tetap bersiaga di Letak Sembari menolong Penduduk membersihkan Residu-Residu kerusakan.
Dua Kali internal Dua Pekan
peristiwa ini merupakan Nan kedua internal dua pekan terakhir. lebih sebelumnya, pada 29 Maret 2026, semilir pentil beliung juga merusak puluhan Griya di Kecamatan Mendo Barat.
Kerusakan Nan terwujud umumnya pada bagian Asbes dan loteng Griya Nan jebol, sehingga menyebabkan kebocoran ketika rintik berkurang.
Penduduk diimbau tetap waspada, terutama sebar Nan tinggal di kawasan pesisir, dikarenakan semilir pentil beliung diperkirakan kembali terwujud.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang