Bsinews.id, Jakarta, gerimis lebat Nan mengguyur Taman dalam negeri Tanjung pentil (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan inti, pada Senin (2/11/2026) membawa Asa meredanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut juga mulai memasuki Kesempatan pemulihan pariwisata setelah wisatawan mancanegara kembali terlihat menyambangi kawasan konservasi habitat orang utan itu, dilansir dari Detikcom.
Turunnya gerimis disambut positif oleh relawan konservasi sekaligus pelaku wisata TNTP, Moncos. Meski demikian, ia semoga curah gerimis Bisa memadamkan titik api Nan Tetap berada di internal kawasan taman dalam negeri.
“Semoga bukan Hanya membasahi, tetapi juga memadamkan api Nan Eksis di internal kawasan,” ujar Moncos, Selasa (3/11/2026).
Di inti upaya pemulihan lingkungan, aktivitas wisata mulai kembali terlihat. Sejumlah wisatawan asing telah menyusuri Sungai Senjonyer memakai Bahtera tradisional atau kelotok, meskipun jumlah kunjungannya belum menyamai kondisi sebelum kebakaran.
Moncos memastikan bahwa wisatawan mancanegara telah kembali memakai transportasi air hasilkan menelusuri kawasan konservasi tersebut.
“Ya kemarin telah Eksis wisatawan asing memakai Bahtera wisata atau kelotok hasilkan menyusuri Sungai Senjonyer TNTP, ini pertanda berkualitas,” ujar Moncos.
Kembalinya pengunjung juga terpantau oleh Hulubalang Pleton Tim Reaksi Sigap (TRC) BPBD Kotawaringin Barat, Dawi Al-Habsyie. Ia menyaksikan wisatawan asing mulai memakai kelotok hasilkan menuju kawasan Taman dalam negeri Tanjung pentil.
Menurut Dawi, aktivitas tersebut memberikan sinyal positif sebar sektor pariwisata serta masyarakat Nan menggantungkan penghasilan pada kunjungan wisatawan.
“Kembalinya wisatawan sebagai sinyal positif sebar sektor pariwisata dan pelaku Upaya Domestik Nan selama ini bergantung pada kunjungan wisata ke Tanjung pentil,” ujar Dawi Al-Habsyie.
Meski kunjungan wisata mulai Beralih kembali, ancaman karhutla Tetap perlu diantisipasi. Kondisi habitat satwa liar di kawasan konservasi tersebut juga Tetap membutuhkan perhatian setelah terdampak kebakaran.