Banjarnegara – Sedikitnya 20 Griya di Dusun Kalideres RT 2 dan 3/ RW 9 Desa Jatilawang Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara rusak beban pada bagian Asbes dikarenakan tersapu hembusan pentil beliung, Rabu (29/4/2026) sore.
Tak Eksis korban jiwa bagian dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir meraih puluhan juta rupiah. Tercatat dua orang Merupakan Suparti (46) dan Sutio (70) dilarikan ke Puskesmas Karangkobar dikarenakan merasakan shock beban.
Sejumlah Penduduk mengaku kaget dikarenakan ketika peristiwa Sekeliling pukul 15.15 WIB cuaca di dusun tersebut cerah. hembusan tiba secara seketika diikuti Bunyi gemuruh.
hembusan berputar kencang sehingga Asbes Griya sebagian Akbar seng, seketika beterbangan. Bahkan Griya kayu milik Narko (42) nyaris roboh dan puluhan Penduduk panik berlarian mencari Loka Nan terlindungi.
Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Banjarnegara Aji Piluroso mengutarakan prihatin atas peristiwa ini dan menginginkan Penduduk tetap sabar dan waspada.
BPBD Banjarnegara Seiring stakeholder Nan lain langsung berkurang ke Letak peristiwa setelah mendapat laporan Penduduk. “Kami Tetap melaksanakan pendataan, guna menjamin kerugian material Nan diderita Penduduk,” jelasnya.
Pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi berdua pihak terkait hasilkan melaksanakan pembenahan Griya – Griya Penduduk Nan rusak. “Besok akan kami drop material Nan dibutuhkan dan kita akan bergotong royong Seiring masyarakat membenahi Seluruh Griya Nan rusak,” imbuhnya.
Aji juga menyetujui Kalau Eksis dua Penduduk Nan dirujuk ke Puskesmas Karangkobar, tapi bukan dikarenakan terluka melainkan dikarenakan shock. “Alhamdulillah, ketika ini keadaannya telah membaik,” ujarnya.
Fana itu Kepala Desa Jatilawang Lindawati mengutarakan raih kasih kepada BPBD Banjarnegara, Forkopimcam dan relawan Mobilitas Sigap melaksanakan penanganan di Letak peristiwa.
Musibah hembusan pentil beliung Nan menerjang wilayah Wanayasa, Banjarnegara, berujung kerusakan pada sejumlah Griya Penduduk dan berpengaruh pada puluhan jiwa. Berdasarkan keterangan Nan dihimpun, terdapat 20 kepala keluarga (KK) Nan terdampak, di antaranya keluarga Narko (6 jiwa, 1 lansia), Gunarto (5 jiwa), Toni (6 jiwa), Kisto (4 jiwa), Suwarno (5 jiwa, 2 lansia), Tahono (3 jiwa), Tohirin (3 jiwa), Casmad (6 jiwa, 2 lansia), Ramoat (4 jiwa), dan Tokip (4 jiwa).
Selain itu, efek juga dirasakan oleh keluarga Kena Lusiawan (4 jiwa), Hendra (4 jiwa, 1 balita), Iskak (4 jiwa, 1 lansia), Khaliri (3 jiwa, 2 lansia), Diro (3 jiwa), Setio (6 jiwa, 1 balita, 2 lansia), Juri (5 jiwa, 1 Bunda hamil), Muhilal (1 lansia), Sandi (4 jiwa, 1 lansia), serta Rianto (4 jiwa).
Kondisi para penyintas, terutama Golongan rentan seperti lansia, balita, dan Bunda hamil, saat ini memerlukan perhatian Spesifik. Menurut informasi dari sejumlah relawan di Letak peristiwa, ketika ini Penduduk sangat membutuhkan Donasi material bangunan hasilkan membenahi Loka tinggal mereka Nan rusak. Kebutuhan mendesak tersebut meliputi seng, paku, kayu usuk, serta material pendukung lainnya guna mempercepatkan tahapan pemulihan infrastruktur Griya Penduduk. (*)
Simak breaking news dan Warta opsi TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 kanal TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp Anda telah terpasang.