Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat nyaris mengusap kawasan konservasi Taman dalam negeri Tanjung pentil (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan center. Mujur gerimis lebat mengguyur kawasan tersebut Pas pada waktunya, sehingga api tercapai padam.
Kobaran api Nan kian mendekati pos wisata dan Letak pemberian pakan orang utan (feeding camp) di Camp Tanjung Asa ujungnya tertolong setelah gerimis lebat mengguyur kawasan konservasi tersebut.
lebih sebelumnya, situasi di lapangan sempat memasuki fase kritis. Kobaran api Nan dipicu semilir kencang dan tebalnya lapisan serasah gambut kering banget diberitakan menembus sekat pembatas dan merangsek hingga berjarak Sekeliling 600 meter dari Camp Tanjung Asa, tidak presisi Esa habitat Primer sekaligus center rehabilitasi orang utan kalimantan.
Relawan konservasi dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan, Deny Priyatna, membagikan masa elok dramatis perjuangan di garis Ambang melalui identitas media sosial (medsos) pribadinya, @orangudeny. internal rekaman video tersebut, Deny Seiring Personil Golongan Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Asa, masyarakat desa Sekeliling, dan para motoris Bahtera kelotok terpaksa mundur dari titik api dikarenakan tebalnya kepulan asap dan panasnya lidah api Nan membakar tajuk-tajuk pepohonan kokoh.
“Kita mutakhir mundur dari titik api, apinya jebol kawan-kawan. Apinya telah Tak mendapatkan ditahan dikarenakan anginnya kencang sekali dan apinya telah makin tidak terpencil ke pos,” ungkapan Deny dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 27 Oktober 2026.
Cemas berubah jadi kebahagiaan
Rekaman video di lapangan memperlihatkan kobaran api merah menyala berkobar di kepekatan gelap. Keterbatasan sumber air dan jarak pandang Nan sangat pendek Membikin upaya pemadaman darat Melangkah pelan dan sangat membahayakan keselamatan personel.
Ketegangan dan Selera cemas para relawan seketika berubah sebagai kelegaan ketika berkah gerimis deras ujungnya berkurang membasahi kawasan hutan lindung tersebut.
Melalui unggahan terbarunya, Deny tak kuasa menyembunyikan Selera syukur dan kebahagiaannya usai mendapatkan konfirmasi bahwa gerimis mengguyur merata di area terdampak kebakaran.
“ujungnya gerimis berkurang. gua mendapat berita gembira dari rekan-rekan bahwa gerimis merata di seluruh area Nan terbakar. gua sangat gembira masa ini, alhamdulillah ya Allah,” kata Deny.
Turunnya gerimis tersebut sebagai penyelamat krusial distribusi ekosistem Taman dalam negeri Tanjung pentil. Berkat Donasi alam Nan membasahi kembali lahan gambut serta kegigihan tim relawan di batas api, kepunahan habitat serta potensi ancaman terhadap keselamatan ratusan Perseorangan orang utan liar tercapai dihindarkan.