Inforiau – 27 Oktober 2026 | Penduduk di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, harus menjalani masa Nan beban pada Selasa, 27 Oktober 2026. internal kurun Masa Nan nyaris bersamaan, wilayah ini dilanda dua Musibah sekaligus: hembusan pentil beliung Nan merusak ratusan Griya dan tanah longsor Nan menimbun dua hunian Penduduk. Peristiwa tersebut menjadikan Kecamatan Padalarang sebagai keliru Esa titik paling terdampak cuaca ekstrem di Jawa Barat internal lumayan berlimpah orang pekan terakhir.
tubuh Penanggulangan Musibah wilayah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat sebanyak 520 unit Griya Penduduk rusak dikarenakan terjangan hembusan pentil beliung. Kerusakan tersebar di tiga desa, Merupakan Desa Padalarang sebanyak 398 Griya, Desa Jayamekar 95 Griya, dan Desa Kertajaya 27 Griya.
“Hingga pencatatan masa ini, jumlah 520 unit Griya rusak dikarenakan Musibah hembusan pentil beliung. Itu tersebar di tiga desa, Merupakan Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar,” ucapan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Penenangan Ali Imbran, ketika dikonfirmasi di Bandung Barat.
Rincian Kerusakan Griya Penduduk
Tingkat kerusakan di tiap desa bervariasi, mulai dari rusak tidak beban hingga rusak beban. Berikut rinciannya berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Bandung Barat:
| Desa | Rusak tidak beban | Rusak Sedang | Rusak beban | jumlah |
|---|---|---|---|---|
| Desa Padalarang | 139 | 161 | 98 | 398 |
| Desa Jayamekar | 71 | – | 24 | 95 |
| Desa Kertajaya | 9 | 4 | 14 | 27 |
| Jumlah | 219 | 165 | 136 | 520 |
Selain merusak ratusan Griya, hembusan kencang juga meluluhlantakkan sembilan fasilitas Biasa. Tujuh bangunan di antaranya berada di Desa Padalarang dan dua lainnya di Desa Kertajaya. Fasilitas publik Nan terdampak meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, hingga area bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kerusakan pada fasilitas ibadah dan pendidikan ini tentu menambah beban Penduduk Nan inti Berikhtiar memulihkan kehidupan pascabencana.
Gotong Royong dan Asesmen Kerusakan
Sejak Senin, 26 Oktober 2026, tim gabungan telah melaksanakan pendataan dan asesmen terhadap bangunan Nan terdampak. tahapan ini menyertakan BPBD, perangkat desa, kepala dusun, relawan Desa Handal Musibah (Destana), pengurus RT dan RW, serta Penduduk setempat.
“Petugas gabungan Seiring Penduduk Tetap bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan Nan runtuh dikarenakan terjangan hembusan,” ujar Penenangan.
Semangat gotong royong Penduduk Kecamatan Padalarang terlihat Jernih di lapangan. Penduduk bahu-membahu membersihkan material bangunan Nan berserakan, Fana petugas melaksanakan inventarisasi kerusakan sebagai Asas penyaluran Donasi dan perbaikan ke Ambang.
Longsor Timbun Dua Griya di Campakamekar
Belum reda kepanikan dikarenakan pentil beliung, Musibah lain tampak dari arah berbeda. rintik deras Nan mengguyur kawasan Kecamatan Padalarang menimbulkan longsornya tebing persawahan di Kampung Asrama, Desa Campakamekar. Material longsoran menimpa bagian belakang dua Griya Penduduk di RT 01/RW 04 hingga menjebol Tembok bangunan.
Pelaksana Lapangan BPBD Kabupaten Bandung Barat, Ceceng Sukandi, menyebut longsor terwujud setelah rintik deras memperbesar debit air di area persawahan hingga menimbulkan pergerakan tanah. “Rembesan air rintik dari saluran irigasi diperkirakan memperparah kondisi tanah hingga ujungnya longsor dan menerjang bagian belakang Griya Penduduk,” katanya.
lebar area longsoran diperkirakan meraih enam hingga tujuh meter. Dua Griya terdampak masing-masing dihuni Utari Seiring dua anaknya serta Dadan Permana Seiring dua Personil keluarganya. Tak Eksis korban jiwa internal peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir meraih Rp50 juta.
ciptakan mencegah ancaman longsor susulan, kedua keluarga Fana mengungsi ke Masjid Al-Istiqomah di RW 04, Kampung Asrama. Penduduk Seiring aparat setempat mendukung mengevakuasi barang-barang dari Griya terdampak ciptakan dipindahkan ke Loka terlindungi. BPBD juga membatasi memasuki di Sekeliling Letak longsor guna mencegah Penduduk mendekati area berbahaya.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Menyikapi rangkaian Musibah ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat mengajak masyarakat ciptakan memperbesar kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem berupa rintik lebat disertai hembusan kencang. Fenomena tersebut rawan menimbulkan Musibah susulan seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan, banjir, hingga tanah longsor.
Ceceng juga menegur Penduduk agar extra waspada ketika rintik deras terjadi internal Masa pelan, terutama di kawasan persawahan Nan berbatasan langsung berdua permukiman. Tanah Nan jenuh air, menurutnya, diperkirakan Akbar menimbulkan longsor susulan Nan membahayakan keselamatan Penduduk.
berdua dua Musibah Nan terwujud internal Esa masa, Penduduk Kecamatan Padalarang saat ini dituntut ciptakan tetap siaga. Selain mengakselerasi pemulihan Griya dan fasilitas Biasa Nan rusak, koordinasi antara BPBD, rezim desa, relawan, dan masyarakat sebagai key Primer agar imbas Musibah Tak makin meluas. Penanganan Nan sigap dan gotong royong Nan telah terjalin diharapkan Bisa mengembalikan kondisi Kecamatan Padalarang ke keadaan normal, sekaligus sebagai pengingat pentingnya kesiapsiagaan menjalani cuaca ekstrem Nan kian tak menentu.