BETAHITA.ID – Renie Djojoasmoro waswas berbarengan meluasnya pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman domestik Tanjung pentil, Kalimantan inti. Kegelisahan Direktur Kantor Jakarta Orangutan Foundation International (OFI) itu, tersebab api Nan terus berkobar mengusap jantung habitat orang utan.
“Letak kebakaran Nan didatangi pengelola kehutanan itu Ialah Loka Nan Baju sekali belum pernah terbakar,” ucapan Renie ciptakan Betahita.id pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Letak Nan dimaksud Renie Ialah hutan alam di internal Resort Teluk Pulai dan Pesalat. Keduanya berperan habitat sandi sebar orang utan (Pongo pygmaeus wurmbii) dan bekantan (Nasalis larvatus) berbarengan luasan area, 112.000 dan 20.718 hektare. Sebagian areanya merupakan Area inti Nan kerap digunakan ciptakan pelepasliaran orang utan dan inti rehabilitasi habitat.
ucapan Renie, ketika area di tepian taman domestik langganan kebakaran, Area inti tersebut tak tersentuh api—bahkan ketika peristiwa karhutla 2015 Nan melahap 91 ribu hektare area Taman domestik Tanjung pentil. Tetapi catatan itu sedang dipatahkan oleh peristiwa karhutla Nan terjadi ketika ini.
Organisasi nirlaba Nan melestarikan orang utan di Taman domestik Tanjung pentil sejak 1971 itu mendapati kebakaran telah menjangkau Area-Area konservasi dan rehabilitasi orang utan di internal resort. pas berlimpah orang di antaranya telah melahap Camp Tanjung Asa, Camp Buguruh, dan Camp Pondok Tanggui.
dikarenakan alasan ini, pengelola Kehutanan Raja Juli Antoni mendatangi taman domestik seluas 415.040 hektare itu pada Kamis, 15 Oktober 2026. Beliau terlihat memimpin operasi pemadaman api Nan telanjur menghanguskan hutan alam. “Kami merasakan murung sekali dikarenakan Taman domestik Tanjung pentil Nan berperan kebanggaan domestik dan segala, tapi merasakan musibah kebakaran,” ucapan Antoni pada sehari berikutnya.
Melalui siaran pers, Beliau memutakhirkan informasi bahwa kuasa telah 26 kali menyiram api berbarengan water bombing. kuasa juga menyiagakan enam unit helikopter di Kalimantan inti. Tetapi, operasi mereka tersendat dikarenakan jarak pandang Nan terbatas di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya.
Direktur Konservasi Kawasan, Sapto Aji Prabowo, menyebut pemadaman di Pesalat dan Teluk Pulai kemudian dikerjakan berbarengan jalur darat. kuasa telah mengerahkan perlengkapan pompa suplai, pompa apung, pompa jinjing, mini-strike, dan selang ciptakan menjangkau hutan terdalam.
“Tim darat gabungan dari Taman domestik Tanjung pentil, Manggala Agni, BKO (Donasi kontrol Operasi) Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD (raga Penanggulangan Musibah Daerrah), dan relawan terus memperbaiki upaya pemadaman bersumber dari air sungai dan sumur bor,” tutur Sapto.
Mujur ketika api melahap ke pas berlimpah kawasan, orang utan di Taman domestik Tanjung pentil belum terdampak lebar. Hal ini lantaran OFI telah melaksanakan pemetaan terhadap orang utan. Belajar dari pengalaman kebakaran di tahun-tahun lebih masa lalu, mereka Membikin persiapan seperti membangun sekat api, dan pas berlimpah orang cara lainnya. “Meski begitu, tahun ini, kebakarannya Tiba Loka kerja kami.”
Potensi Penurunan Habitat
Populasi orang utan di Taman domestik Tanjung pentil sebenarnya berperan keliru Esa Nan paling terbesar dinilai area lain. Merujuk dokumen Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) 2016, habitatnya tergolong Mempunyai viabilitas lebar berbarengan bantuan ekosistemnya. “Artinya, populasinya Konsisten dan Tak merasakan penurunan,” ucapan Riszki Is Hardianto, peneliti satwa pada Yayasan Auriga Nusantara.
kestabilan populasi itu terlihat dari jumlah Perseorangan Nan mendapatkan 4.180—terbesar kedua setelah habitat orang utan di Taman domestik Sebangau Nan mendapatkan 6.080 Perseorangan. dikarenakan pertimbangan ini, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menetapkannya sebagai Lindungan Biosfer pada 1977.
Persoalannya, populasi itu mendapatkan berkurang imbas dari meluasnya kebakaran di taman domestik. Riszki memaparkan, bila api telah melahap ratusan ribu hektare area konservasi, maka sepertiga atau bahkan Separuh populasi bakal terancam. “Artinya Eksis 1.300 hingga 2.000 ekor Nan sedang internal ancaman.”
Persoalannya Tak Seluruh kera Akbar Mempunyai kesempatan ciptakan mendapatkan bergeser ke Area terlindungi. Di pas berlimpah Loka, di eksternal dari area Taman domestik Tanjung pentil, orang utan Malah kesulitan meninggalkan dari area kebakaran. Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), misalnya, telah mengevakuasi sedikitnya 51 orang utan dari sejumlah provinsi Nan terbakar.
Kalau pun para orang utan di Taman domestik Tanjung pentil telah bergeser ke area lain, itu bukan berarti mereka tak terdampak. Menurut Riszki, Kesempatan Nan terjadi Ialah penumpukan Perseorangan internal Esa populasi (overpopulation). Secara jangka lebar, hal ini mendapatkan menimbulkan perselisihan antarsatwa dikarenakan perebutan ruang dan lorong makanan.
Persoalannya, Riszki Tak menyaksikan kuasa mempunyai kepedulian ciptakan mencegah api agar Tak melangkah masuk ke Taman domestik Tanjung pentil. Padahal, sejak tahun Lampau, peneliti telah mewanti-wanti ancaman fenomena El Niño Nan akan menimbulkan kekeringan di gambut taman domestik. Persoalannya, Beliau Tak menyaksikan adanya aktivitas pembasahan Nan dikerjakan oleh kuasa.
Kepala Biro Interaksi Massyarakat dan Kerja Baju eksternal Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menepis tuduhan tersebut berbarengan menjamin bahwa kuasa telah Berikhtiar memelihara habitat orang utan. keliru satunya Merupakan memelihara habitat Nan mash terlindungi dan mencegah api meluas ke kawasan Krusial sebar satwa.
“Pemantauan kondisi satwa berperan Asas penentuan tindakan penyelamatan,” ucapan Ristianto ketika dikonfirmasi pada Jumat, 16 Oktober 2026. Menurut Beliau, apabila diperlukan Pengungsian atau pemindahan, prosesnya bakal melalui penilaian petugas dan tenaga Pakar berbarengan mempertimbangkan keselamatan dan kesejahteraan satwa.
Adapun menyangkut kebakaran hutan di Taman domestik Tanjung pentil Nan diungkap mendapatkan ratusan ribu hektare dan mendapatkan Area inti, Ristianto belum mendapatkan mengonfirmasinya. kuasa perlu menelaah informasi spasial berbasis Pembuktian di lapangan. Beliau menegaskan bahwa informasi antara api mendekati Area inti, tentu berbeda berbarengan Area inti telah terbakar.
Selama ini, Kementerian Kehutanan berkepentingan menjamin melebar, Letak, dan tingkat efek Nan disampaikan kepada publik akurat serta mendapatkan dipertanggungjawabkan. Di eksternal itu, kuasa juga menganggarkan penanganan kebakaran berbasis kebutuhan prioritas lapangan.