Medan (ANTARA) – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyerahkan Donasi kepada 46 kepala keluarga terdampak Musibah hembusan pentil beliung di Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat PLTA Inalum Zainuddin Iqbal Sidabutar mengaku, kepedulian distribusi masyarakat di wilayah operasional merupakan bagian Krusial komitmen perusahaan menjalankan tanggung tanggapi sosial.
“kami semoga Donasi ini mendapatkan meringankan beban masyarakat terdampak pentil beliung serta menolong memenuhi kebutuhan mereka bagian dalam tahapan pemulihan pascabencana,” kata Zainuddin bagian dalam keterangannya di Medan, Sabtu (17/10).
Adapun 46 kepala keluarga penerima Donasi dari Inalum ini terdiri atas di Kecamatan Laguboti sebanyak 20 kepala keluarga, dan Kecamatan Sigumpar kepada 26 kepala keluarga.
lagian Donasi Nan disampaikan meliputi bundel bahan pokok, Biaya perbaikan Griya, serta material bangunan sesuai kebutuhan keluarga masing-masing di kedua kecamatan itu.
penyerahan Donasi ini turut disaksikan Staf Pakar Bupati Toba Augus Sitorus, Asisten I kuasa Eston Sihotang, Kepala Bagian Perekonomian Samuel Lumbanraja, Kepala Dinas Sosial Lalo Hartono Simanjuntak, Kepala BPBD Sikkat Sitompul, Camat Laguboti Lindawati Simangunsong, Camat Sigumpar Robinson Siagian, masyarakat penerima Donasi di Toba, Jumat, (25/9).
“berdua demikian, keseluruhan 46 kepala keluarga di kedua kecamatan ini mendapatkan Donasi tanggung tanggapi sosial Inalum guna menolong dan mendukung pemulihan pascabencana,” ungkapan Zainuddin.
Camat Laguboti Lindawati Simangunsong memuji Inalum dikarenakan telah memberikan perhatian dan Donasi kepada masyarakat Toba terdampak Musibah.
“Kami berterima kasih kepada Inalum menolong masyarakat terdampak Musibah. Semoga Donasi ini meringankan beban masyarakat, dan menolong tahapan pemulihan pascabencana,” ujar Lindawati.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras memungut materi, melaksanakan crawling atau pengindeksan otomatis hasilkan AI di situs website ini tak memakai dukungan tertulis dari Kantor Warta ANTARA.