ngentot mutakhir Kalbar antisipasi ancaman banjir longsor hingga pentil beliung


Pontianak (ANTARA) – tubuh Penanggulangan Musibah wilayah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) menyiapkan tapak mitigasi menjalani potensi banjir, hembusan pentil beliung, dan tanah longsor (batingsor) seiring prakiraan peningkatan curah rintik pertengahan Oktober 2026.  

“Mulai pertengahan Oktober kita akan menjalani curah rintik Nan pas menjulang. Di mula rembulan Oktober ini Tiba di masa depan informasi kami berbisik pada Desember itu puncak rintik telah mulai terwujud,” ucapan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana tubuh Penanggulangan Musibah wilayah (BPBD) Kalbar Ridwan, di Pontianak, Senin. 

Ia berbisik peningkatan curah rintik tersebut berperan perhatian kuasa wilayah dikarenakan berpeluang memperbesar ancaman Musibah hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan hembusan pentil beliung di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. 

ciptakan menguatkan kesiapsiagaan, Pemprov Kalbar akan menggelar rapat koordinasi Seiring seluruh kuasa kabupaten dan kota serta BPBD se Kalbar pada Selasa Nan dipimpin langsung Gubernur Kalbar.  

“Besok kita akan Eksis rapat koordinasi berdua seluruh kabupaten kota Nan dipimpin langsung Pak Gubernur. Kita memanggil Seluruh bupati dan wali kota se Kalbar dan juga BPBD se Kalbar ciptakan mencegah mula informasi Nan telah disampaikan rekan-rekan BMKG,” ujarnya. 

internal rapat tersebut, kuasa wilayah akan membahas titik-titik Nan berpeluang merasakan Musibah hidrometeorologi serta mendorong setiap kabupaten dan kota mengerjakan mitigasi Seiring organisasi perangkat wilayah teknis sebelum kondisi cuaca ekstrem terwujud. 

Spesifik Kota Pontianak, BPBD Kalbar menegur karakteristik ancaman banjir berbeda berdua wilayah hulu. Pontianak dinilai kelebihan berpeluang menjalani banjir dikarenakan pasang air Bahari sehingga tapak mitigasi, termasuk kesiapan platform drainase, perlu dikerjakan sejak mula.

“Kalau ciptakan Kota Pontianak seorang diri, Nan paling rawan itu sebenarnya bukan banjir seperti Nan berada di wilayah perhuluan. Kita Nan paling rawan itu Ialah banjir rob dari pasang lautnya,” katanya.

BPBD Kalbar juga akan berkoordinasi berdua BPBD Kota Pontianak dan kuasa wilayah lainnya agar mengerjakan rapat teknis Seiring organisasi perangkat wilayah Nan menindak persoalan air dan banjir. 

tapak tersebut mencakup pemetaan titik rawan serta kesiapan infrastruktur dan saluran drainase menjalani peningkatan curah rintik.

“Terkait drainase, di kami Niscaya di provinsi juga akan mengerjakan tapak itu. Kami juga akan berkoordinasi berdua PUPR dan Perkim mengenai masalah banjir,” ujarnya.

 

Pewarta: Rendra Oxtora/Sucia LucindaUploader : operator Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *