JAKARTA, AFU.ID — hembusan pentil beliung menerjang permukiman di Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Pekan (26/7/2026) sore. Musibah tersebut merusak 12 Griya Penduduk berbarengan tingkat kerusakan tidak beban hingga sedang, sekaligus merobohkan tanaman jagung Nan telah mendekati ketika panen. Tak Eksis korban jiwa bagian dalam peristiwa itu, namun kerugian materiil ditaksir mendapatkan puluhan juta rupiah.
Peristiwa terwujud Sekeliling pukul 14.30 WIB ketika kawasan tersebut diguyur gerimis gerimis. Pusaran hembusan tiba secara mendadak dan menyapu wilayah RT 08 RW 01 Dusun Ngadirejo hingga menyebabkan Asbes Griya beterbangan dan sejumlah pohon tumbang menimpa bangunan Penduduk. Kepala Desa Bulurejo Widarto berbisik, rezim desa langsung mengerjakan pendataan Seiring aparat. “Berdasarkan pendataan Fana, Eksis 12 Griya Penduduk Nan merasakan kerusakan tidak beban hingga sedang. Tak Eksis korban jiwa bagian dalam peristiwa ini,” ujarnya.
Perangkat desa Seiring BPBD, TNI-Polri, relawan, dan Penduduk bergotong royong membersihkan puing bangunan serta mengevakuasi pohon tumbang. rezim Desa Bulurejo juga berkoordinasi berbarengan BPBD Kabupaten Banyuwangi hasilkan menyalurkan Donasi Darurat berupa sembako dan material bangunan sebar Penduduk terdampak. “saat ini rencananya Donasi sembako akan disalurkan kepada Penduduk terdampak. lalu juga akan dijalankan dropping material bangunan hasilkan mendukung perbaikan Griya Penduduk,” ungkapan Widarto, Senin, 7 Juli 2026.
Selain merusak permukiman, pentil beliung juga menghancurkan lahan jagung milik Penduduk Nan hanya tinggal menanti ketika panen. keliru Esa petani, Nur Widayati, kehilangan Sekeliling seperempat hektare tanaman jagung berusia 60 saat Nan diperkirakan Bisa menghasilkan kelebihan dari Esa ton ketika panen mula September. dikarenakan kerusakan tersebut, Nur memperkirakan merasakan kerugian Sekeliling Rp4,5 juta hingga Rp5 juta. “telah melangkah keluar biaya lumayan melimpah hasilkan benih, pupuk, Tiba Penawar-obatan pertanian. pilu rasanya, Saya Tiba Tak mendapatkan Berbicara-ungkapan,” tuturnya.
Kerugian serupa juga dialami petani lain, Siti Aminah, setelah tanaman jagung miliknya Nan Nyaris memasuki ketika panen roboh diterjang hembusan kencang. Lahan seluas Sekeliling Esa wolu Nan telah dirawat selama berbulan-purnama diperkirakan menimbulkan kerugian Sekeliling Rp3 juta dikarenakan keluaran panen Tak lagi mendapatkan diselamatkan. “Jagungnya telah Nyaris panen, tapi semuanya roboh kena hembusan. Sekarang ya pasrah dikarenakan keluaran Nan kami nanti berbulan-purnama Lenyap begitu saja. Semoga Eksis Donasi hasilkan petani Nan terdampak,” ungkapan Siti dikutip dari BWI 24 Jam.
saat ini, petugas gabungan Tetap Konsentrasi mengoreksi Griya-Griya Penduduk Nan rusak sekaligus membersihkan material pohon tumbang di Letak terdampak. rezim desa melindungi alur pendataan kerusakan berikut dijalankan sebagai Asas penyaluran Donasi lanjutan kepada Penduduk maupun petani Nan terdampak Musibah. Upaya pemulihan tersebut diharapkan mendapatkan mempercepatkan aktivitas masyarakat kembali normal setelah diterjang pentil beliung. (RAI)