SB, KUALA KAPUAS – kuasa Kabupaten Kapuas melalui tubuh Penanggulangan Musibah area (BPBD) Kapuas menyalurkan Donasi Duit Kontan dan sembako kepada korban kebakaran dan hembusan pentil beliung. Penyerahan Donasi dilaksanakan di halaman Kantor BPBD Kapuas, pada Senin (4/5/2026).
Donasi tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian kuasa area hasilkan meringankan beban masyarakat Nan terdampak Musibah.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Kapuas HM Wiyatno, Sekretaris area Kapuas, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, camat, kepala desa, unsur Forkopimda, serta masyarakat terdampak.
bagian dalam sambutannya, Bupati Kapuas, HM Wiyatno, mengemukakan harapannya agar Donasi Nan disampaikan meraih meringankan beban para korban terdampak.
“Semoga Donasi ini meraih bermanfaat dan dipergunakan sebaik mungkin oleh para korban,” ujarnya.
Ia juga mengajak kepada masyarakat agar extra waspada, terutama memasuki musim kemarau, guna mencegah terjadinya Musibah serupa.
Fana itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S. Pandiangan menerangkan bahwa Donasi disampaikan kepada korban Musibah di sejumlah area. hasilkan hembusan pentil beliung, tercatat Esa unit Griya merasakan kerusakan sedang.
lagian kebakaran terwujud di lumayan berlimpah orang Letak, Merupakan Kecamatan Bataguh (1 Griya rusak beban), Nusa Kupang (7 Griya), Lawang Kamah (14 Griya), area Selat atau perkotaan (5 Griya), serta Batuah (3 Griya). secara lazim terdapat 31 unit Griya terdampak berdua Sekeliling 48 jiwa korban.
Ia mengimbuhkan, besaran Donasi Nan disampaikan bervariasi, Merupakan Rp.30 juta hasilkan kerusakan beban, Rp.10 juta hasilkan kerusakan sedang, dan Rp.5 juta hasilkan kerusakan tidak beban. Selain itu, korban juga mendapatkan Donasi sembako.
Pangeran juga memperingatkan masyarakat agar extra berhati-batin bagian dalam mencegah kebakaran, seperti melindungi kompor bagian dalam kondisi terlindungi ketika meninggalkan Griya serta melaksanakan pengecekan instalasi listrik secara berkala, minimal setiap lima tahun.
Selain itu, masyarakat juga diimbau hasilkan Tak memasuki lahan berdua jejak membakar, serta menyiapkan jejak antisipasi seperti Membikin sekat pembatas antara lahan dan permukiman dan menampung pengganti air hasilkan melewati musim kemarau Nan diperkirakan menyusuri lumayan melebar.
“berdua meningkatnya potensi kebakaran di musim kemarau, kami semoga masyarakat meraih extra waspada dan Seiring-Baju mencegah terjadinya Musibah,” pungkasnya. (hms/f4)