SAMPANG, FaktualNews.co – tubuh Penanggulangan Musibah area (BPBD) Kabupaten Sampang memperingatkan masyarakat agar menaikkan kewaspadaan terhadap potensi Musibah hidrometeorologi, khususnya pentil beliung dan semilir kencang, Nan rawan terwujud selama ketika pancaroba.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, berbisik ketika ini area Kabupaten Sampang telah memasuki ketika pancaroba.
“Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga pertengahan rembulan Mei paling lamban. Setelah itu, pada rembulan Mei kita telah mulai memasuki musim kekeringan,” ujar Hozin, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, ketika pancaroba dikenal sebagai periode peralihan musim Nan Mempunyai potensi Musibah pas menjulang, terutama semilir kencang dan pentil beliung Nan meraih menimbulkan kerusakan pada permukiman Penduduk.
Ia menerangkan, area Nan paling rawan terdampak Musibah pentil beliung umumnya berada di kawasan pesisir maupun pegunungan.
“internal ketika pancaroba, Musibah Nan rawan terwujud Ialah pentil beliung dan semilir kencang. keseluruhan turun extra tujuh kecamatan Nan rawan pentil beliung,” jelasnya.
Sebagai tapak mitigasi, BPBD Sampang mengajak masyarakat hasilkan melaksanakan tapak pencegahan simple guna menekan ancaman kerusakan dikarenakan cuaca ekstrem.
“Jadi kami menghimbau kepada masyarakat internal ketika-ketika pancaroba agar setiap saat berhati-batin. hasilkan mitigasinya, diharapkan masyarakat melaksanakan pemotongan pohon-pohon Nan menjulang atau Ringkih di Sekeliling Griya agar Tak membahayakan ketika terwujud semilir kencang,” pungkasnya.